Hubungan Antara Durasi Tidur dan Pola Makan dengan Kejadian Obesitas pada Remaja di Kabupaten Gresik (Studi Kasus di SMA NU 1 GRESIK)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Obesitas merupakan suatu kondisi kelebihan berat badan akibat penyimpanan lemak berlebih. Obesitas adalah suatu penyakit serius yang dapat mengakibatkan masalah emosional dan sosial. Kasus obesitas di Indonesia terbanyak ke-2 di Asia Tenggara setelah Singapura sebesar 12,2%. Berdasarkan hasil data laporan DETJEN P2P, Jawa Timur termasuk dalam 10 besar kasus obesitas pada usia ≥ 15 tahun yakni sebesar 15,06%. Berdasarkan data Dinas Kabupaten Gresik termasuk dalam urutan ke 4 se-Jawa Timur dalam proporsi obesitas pada usia ≥ 15 tahun. Kesehatan Kabupaten Gresik, prevalensi obesitas pada remaja usia 16-18 tahun mengalami peningkatan dari tahun 2022-2023 yaitu sebesar 79% (631 menjadi 1133). Obesitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu pola makan, sosial ekonomi, pekerjaan orangtua, pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan durasi tidur. Durasi tidur yang kurang atau tidur terlalu larut malam dapat mempengaruhi pola makan dengan meningkatkan rasa lapar pada remaja di malam hari, pola makan yang tidak teratur dan berlebihan dapat mengakibatkan bertambahnya berat badan dan mengakibatkan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara durasi tidur dan pola Makan dengan kejadian obesitas pada remaja di Kabupaten Gresik (Studi kasus di SMA NU 1 Gresik). Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik yang menggunakan pendekatan case-control. Penelitian ini dilakukan di wilayah SMA NU 1 Gresik, Kabupaten Gresik. Teknik sampel menggunakan purposive sampling untuk kasus dan random sampling untuk kontrol. Sampel terdiri dari 90 responden dengan 30 responden kasus dan 60 responden kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner durasi tidur (PSQI) dan SQ-FFQ. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan confidence interval (CI) 95% (alpha 0,05). Data yang dianalisis disajikan dalam bentuk tabel dengan penjelasan dalam bentuk narasi. Laik etik dilakukan di KEPK FKG Universitas Jember dengan nomor 2625/UN25.8/KEPK/DL/2024. Hasil penelitian menunjukkan responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan (63,3%), berada pada usia 17 tahun (45,6%), memiliki asupan energi lebih (61,1%), jenis makanan kurang (17,8%), frekuensi makan jarang (45,6%), durasi tidur kurang (45,6%). Hasil analisis bivariat dengan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara durasi tidur (p-value = 0.00; OR = 13,75), Pola makan meliputi jumlah makan (p-value = 0,04; OR = 2,87) dan frekuensi makan (p-value = 0,001; OR= 0,179). Selain itu tidak terdapat hubungan antara pola makan meliputi jenis makanan (p-value = 0,922; OR = 1,25) dengan kejadian obesitas pada remaja di Kabupaten Gresik. Kesimpulan pada penelitian ini adalah sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan dengan usia 17 tahun. Sebagian responden memiliki pola makan yang buruk dengan asupan makan yang lebih dari persentase AKG. Responden memiliki durasi tidur yang kurang. Responden yang mengalami obesitas sebanyak 30 responden dengan sebagian besar perempuan dan berusia 17 tahun. Pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara durasi tidur, jumlah makan, dan frekuensi makan dengan kejadian obesitas pada remaja. Namun pada penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara jenis makanan dengan kejadian obesitas pada remaja. Saran bagi responden adalah tidur yang cukup 7-9 jam per hari dan memperbaiki pola makan sehat dan bergizi. Saran bagi sekolah yaitu berkolaborasi dengan puskesmas mengenai edukasi kesehatan bagi remaja.

Description

Reupload File Repository 22 Juni 2026_Yudi Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By