Hubungan Karakteristik Keluarga dan Dukungan Suami dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sukowono Kabupaten Jember Tahun 2023-2024)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir <2.500 gram. Prevalensi BBLR di Indonesia meningkat dari 3,3% (2022) menjadi 3,9% (2023) dan menyumbang 21,9% penyebab kematian bayi. Jawa Timur meningkat dari 4,1% menjadi 4,9% dengan angka kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia (3.938 kasus). Kabupaten Jember mencatat prevalensi pada tahun 2023 sebesar 6,4% (di atas target nasional) dengan 345 kematian bayi BBLR dan prematur menyumbang 21,45%. Kecamatan Sukowono menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, 10,8% pada 2023 (CFR 6,4%) dan 57 kasus pada 2024 (CFR 5,3%). Selain faktor maternal, BBLR dipengaruhi faktor sosial keluarga seperti usia orang tua, pendidikan, pendapatan, dan dukungan suami. Penelitian sebelumnya di Jember lebih banyak terkait faktor maternal, sedangkan faktor sosial masih jarang dikaji. Belum ada penelitian di Puskesmas Sukowono yang menelaah faktor sosial dengan analisis SEM-PLS, sehingga penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan karakteristik keluarga dan dukungan suami terhadap kejadian BBLR tahun 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan data primer melalui wawancara dan data sekunder dari rekam medis. Populasi terdiri dari 143 bayi BBLR (kasus) dan 1.300 bayi tidak BBLR (kontrol), dengan sampel 122 responden (61 kasus, 61 kontrol) yang diambil secara purposive sampling, ditambah cadangan 12 sampel. Variabel penelitian mencakup karakteristik keluarga, yakni usia dan pendidikan ibu-ayah, pendapatan, serta dukungan suami. Analisis data dilakukan menggunakan SEM-PLS dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu (85,5%) dan ayah (71%) mayoritas pada usia tidak berisiko. Pendidikan ibu (62,9%) dan ayah (50%) mayoritas dasar/rendah (62,9%). Pendapatan keluarga mayoritas adalah di bawah UMR Kabupaten Jember (83,9%). Dukungan suami pada kelompok kasus mayoritas berkategori buruk (53,2%), sedangkan pada kelompok kontrol mayoritas berkategori baik (53,2%). Dukungan emosional mayoritas berkategori baik (58,1%). Dukungan instrumental mayoritas kategori baik (67,7%). Dukungan informasional mayoritas berkategori buruk (51,6%). Dukungan penilaian mayoritas (69,4%). Karakteristik keluarga yang meliputi usia ibu (p=0,992), usia ayah (p=0,098), pendidikan ibu (p=0,465), pendidikan ayah (p=0,930), dan pendapatan keluarga (p=0,607) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap BBLR hal ini ditunjukkan dengan nilai p-value ≥ 0,05. Karakteristik keluarga yang meliputi usia ibu (p=0,190), usia ayah (p=0,197), pendidikan ibu (p=0,123), dan pendapatan keluarga (p=0,700) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap dukungan suami hal ini ditunjukkan dengan nilai p-value ≥ 0,05. Pendidikan ayah memiliki hubungan signifikan dengan dukungan suami (p=0,002 < 0,05). Dukungan suami tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap BBLR (p=0,479 ≥ 0,05). Hasil analisis specific indirect effect variabel dukungan suami tidak berperan dalam memediasi hubungan karakteristik keluarga yang meliputi pendapatan keluarga (p=0,840), pendidikan ayah (p=0,518), pendidikan ibu (p=0,590), usia ayah (p=0,626), dan usia ibu (p=0,606) terhadap kejadian BBLR. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value ≥0,05. Variabel pendidikan ayah yang berhubungan signifikan dengan dukungan suami. Saran bagi masyarakat sebagai upaya peningkatan kesadaran terhadap dukungan suami yakni suami ibu hamil dapat aktif mencari informasi terkait upaya menjaga kesehatan kehamilan. Pihak instansi dapat memfasilitasi melalui pembagian leaflet edukasi dan kartu pujian oleh bidan serta kader posyandu. Leaflet berisi informasi tanda bahaya kehamilan, pemeriksaan rutin, dan perawatan ibu, sedangkan kartu pujian diisi suami setiap minggu sebagai bentuk dukungan. Suami juga dapat mengikuti pertemuan GATI untuk berbagi pengalaman dan memperdalam peran ayah dalam pengasuhan. Keberhasilan diukur dari keterisian kartu pujian, pemahaman suami, dan persepsi ibu terhadap dukungan yang diberikan. Pendekatan ini memperkuat peran suami dalam kesehatan kehamilan sekaligus meningkatkan keharmonisan keluarga.
Description
Reupload File Repository 19 Mei 2026_Yudi
Finalisasi Repo 23 Juni 2026_Yudi
