Keanekaragaman Lumut Hati (Marchantiophyta) di Kawasan Hutan Ireng-Ireng Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Lumut hati (Marchantiophyta) merupakan salah satu dari tiga divisi dari tumbuhan lumut (Bryophytes). Lumut hati bisa tumbuh di berbagai macam substrat seperti tanah, batu, kulit batang pohon, kayu busuk, dan juga melekat pada daun (epifil). Lumut hati seperti jenis lumut lainnya, menyukai habitat yang lembap dan kehidupannya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan mikro (micro-environmental conditions) seperti perubahan suhu udara, kelembapan, dan intensitas cahaya di tempat tumbuhnya. Lumut hati memainkan peran penting di lingkungan yakni dalam perkembangan tanah, keseimbangan air dan siklus nutrisi hutan, dapat menyerap air hujan dalam jumlah besar, berperan dalam keseimbangan air dan siklus nutrisi hutan, penampung air dan mencegah air mengalir langsung ke sungai, dan sebagai bioindikator karena lumut hati tidak memiliki kutikula seperti tumbuhan berbunga sehingga lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan. Persebaran lumut hati di Indonesia sangat luas, namun hal tersebut belum banyak mendapat perhatian dan tereksplorasi. Sejumlah 430 spesies lumut hati tercatat di pulau Jawa. Catatan tersebut banyak dilaporkan dari Jawa Barat, sedangkan spesies dari Jawa Timur belum banyak dilaporkan. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi habitat dari ±1.025 flora dan setelah dieksplorasi akan diketahui jumlah jenisnya lebih banyak lagi yang selama ini belum terungkap. Keanekaragaman hayati di TNBTS juga mencakup tumbuhan tingkat rendah yaitu paku dan lumut. Hutan Ireng-Ireng menjadi salah satu kawasan di TNBTS yang berpotensi untuk dilakukan eksplorasi lumut hati karena kondisi lingkungannya yang sangat mendukung untuk pertumbuhan lumut hati yakni memiliki kerapatan vegetasi yang beragam dan terdapat sungai. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lumut hati di Jawa Timur khususnya pada kawasan Hutan Ireng-Ireng TNBTS. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pengambilan sampel, identifikasi jenis lumut hati, analisis data dan pembuatan kunci determinasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode jelajah. Daerah penelitian meliputi area seluas 1000 hektar dan terletak antara 8°03'10"S 113°01'51"E to -8°00'48"S 112°57'02"E. Pengambilan spesimen dilakukan di sepanjang area yang dapat diakses di sisi kiri dan sisi kanan jalan Hutan Ireng Ireng. Koleksi meliputi lumut hati yang ditemukan di lokasi dengan berbagai habitat (terestrial, epifit, dan epifil). Beberapa hal harus dicatat pada saat di lapangan di antaranya adalah substrat, habitat, elevasi, suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya. Identifikasi lumut dilakukan berdasarkan karakter morfologinya. Berdasarkan hasil karakterisasi tersebut, kemudian ditentukan tingkatan taksonnya sampai ke tingkat jenis. Tahapan analisis data dilakukan secara deskriptif. Pembuatan kunci determinasi dilakukan dengan menyusun ciri tumbuhan secara berpasang-pasangan yang terdiri atas dua baris pernyataan dan setiap pernyataan mengandung ciri yang berlawanan. Hasil penelitian ditemukan 24 spesies lumut hati yang termasuk dalam 18 genus dan 10 famili (Marchantiaceae, Metzgeriaceae, Palllaviciniaceae, Adelanthaceae, Frullaniaceae, Lejeuneaceae, Lophocoleaceae, Plagiochilaceae, Radulaceae, Porellaceae). Sejumlah 12 spesies rekaman baru dilaporkan dari Jawa Timur. Lumut hati berdaun paling banyak ditemukan di area penelitian dengan total 19 spesies. Lumut hati bertalus ditemukan sebanyak 5 spesies yang terdiri dari 2 spesies lumut hati bertalus sederhana (Metzgeria ciliata, dan Pallavicinia sp.) dan 3 spesies lumut hati bertalus kompleks (Dumortiera hirsuta, Marchantia emarginata, Marchantia sp.). Lumut hati dari famili Lejeuneaceae mendominasi hasil penelitian dengan 10 spesies dan famili Plagiochilaceae menjadi famili lumut hati terbanyak kedua dengan jumlah 4 spesies. Pengukuran faktor abiotik menunjukkan lokasi penelitian berada di rentang elevasi 1.442-2.046 mdpl, kelembaban udara berkisar antara 74,3-81,7%, suhu berkisar antara 20,4-23,2 °C, dan intensitas cahaya berkisar antara 234-1733 lux.
Description
Reupload File Repository 13 Mei 2026_Yudi
Approved by Teddy
