Faktor Enabling dan Barrier Perawatan Transisional oleh Perawat dalam Implementasi Continuity of Care pada Pasien dengan Penyakit Kronis di RSI Fatimah Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor enabling dan barrier
dalam pelaksanaan perawatan transisional oleh perawat terhadap implementasi
Continuity of Care (CoC) pada pasien dengan penyakit kronis di RSI Fatimah
Banyuwangi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur
(path analysis), melibatkan 87 perawat yang dipilih melalui metode purposive
sampling. Delapan variabel independen yang diteliti meliputi: perilaku caring,
kolaborasi tim, penerapan Patient Centered Care (PCC), discharge planning,
elektronik rekam medis (ERM), kelelahan kerja, lingkungan kerja, dan komitmen
organisasi. Variabel perawatan transisional berperan sebagai variabel intervening,
sedangkan Continuity of Care menjadi variabel dependen.
Karakteristik responden pada penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas
perawat berjenis kelamin perempuan (67,8%) dan berstatus menikah (83,9%).
Sebagian besar perawat memiliki pendidikan profesi Ners (70,1%) dengan masa
kerja pada kategori menengah (6–10 tahun) sebesar 27,6%. Dari sisi status
kepegawaian, mayoritas perawat masih berstatus kontrak (85,1%). Berdasarkan
status jabatan, sebagian besar responden merupakan perawat pelaksana (66,7%)
dengan jenjang karir berada pada tingkat PK 2 (49,4%). Hasil penelitian
menunjukan bahwa pada analisis univariat pada variabel faktor-faktor yang
mempengaruhi perawatan transisional oleh perawat didapatkan sebagian besar
responden memiliki tingkat caring yang baik sebanyak 64 orang (73,6%), hampir
seluruh responden memiliki tingkat kolaborasi yang baik sebanyak 85 orang
(97,7%), sebagian besar memiliki pelaksanaan discharge planning yang baik
sebanyak 56 orang (64,4%), kelelahan kerja yang rendah sebanyak 76 orang
(87,4%), dan sebagian besar perawat memiliki komitmen organisasi yang baik
sebanyak 51 orang (58,6%). Pada variabel dengan skala interval yaitu variabel
Patient Centered Care, implementasi Elektronik Rekam Medis (ERM) dan
lingkungan kerja berada pada kategori baik, Implementasi perawatan transisional berada pada kategori baik, meskipun terdapat variasi nilai antar responden yang
cukup besar. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat di
RS Islam Fatimah Banyuwangi telah menerapkan perawatan transisional dengan
baik, dan implementasi Continuity of Care oleh perawat menunjukkan sebagian
besar responden menilai Continuity of Care berada pada kategori baik hingga
sangat baik. Analisis bivariat delapan variabel independen (faktor yang
mempengaruhi perawatan transisional) tidak berhubungan dengan perawatan
transisional maupun Continuity of Care. Variabel yang masuk dalam kategori faktor
enabling adalah caring perawat, discharge planning, kolaborasi tim, dan
implementasi ERM sedangkan untuk variabel yang masuk dalam kategori faktor
barrier adalah Patient Center Care, kelelahan kerja, lingkungan kerja, dan
komitmen organisasi. Variabel discharge planning menjadi faktor determinan
dalam implementasi Continuity of Care. Sementara itu, variabel Perawatan
Transisional tidak menunjukkan peran sebagai mediator dalam hubungan antara
variabel enabling dan barrier dengan Continuity of Care.
Description
Reuplaud Repository 11 Mei-agus
Approved by Teddy
