Pengaruh Bisphenol-A (BPA) terhadap Kadar Insulin Pada Hepar Tikus Wistar Jantan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) adalah bentuk Diabetes Mellitus yang
paling sering terjadi. Data WHO memperkirakan jumlah penderita DMT2 di
Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3 juta jiwa pada 2030 mendatang.
Penyebab DMT2 diantaranya faktor makanan, genetik, gaya hidup, lingkungan,
dan lain-lain. Faktor lingkungan salah satunya yaitu Bisphenol-A (BPA). BPA
adalah salah satu substansi Endocrine Disrupting Compounds (EDC) yang masuk
ke dalam tubuh paling banyak melalui makanan yang dikonsumsi. Dalam bentuk
aktif, BPA memiliki aktivitas menyerupai hormon estrogen sehingga jika masuk
ke dalam tubuh dapat mengikat dan mengaktivasi reseptor estrogen. E2 memiliki
peranan penting untuk mempertahankan normalitas sensitivitas insulin. Kadar E2
yang berada di atas maupun di bawah batas fisiologis akan memicu resistensi
insulin dan berlanjut pada DMT2. Selain sebagai endocrine disruptors, penelitian
terbaru menunjukkan BPA juga dapat menyebabkan penuaan melalui peningkatan
produksi reactive oxygen species (ROS) dan menginduksi terjadinya stres
oksidatif sehingga menyebabkan kerusakan hepar.
Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental laboratoris dengan
variabel yang diteliti yaitu kadar insulin pada hepar tikus Wistar jantan yang
dipapar BPA secara peroral dengan dosis 20 mg/kg BB. Pada penelitian ini
sampel dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kontrol 1 yang dibedah pada hari ke-0,
kontrol 2 diberi aquadest steril yang dibedah pada hari ke-29 dan kelompok
perlakuan diberi BPA yang dibedah pada hari ke-29. Pengukuran kadar insulin
pada hepar tikus Wistar jantan menggunakan uji Elisa dengan panjang gelombang
450 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan kadar insulin pada
hepar tikus Wistar jantan setelah dipapar oleh BPA. Didapatkan bahwa kelompok
tikus yang dipapar oleh BPA menunjukkan kadar insulin yang lebih rendah
dibandingkan dengan kelompok tikus kontrol. Hal ini kemungkinan diakibatkan
oleh aktivitas BPA menyerupai hormon E2 dan BPA sebagai oksida bebas melalui
peningkatan ROS yang memicu stress oksidatif. Jalur keduanya tersebut nantinya
sama-sama akan mengakibatkan penurunan sensitivitas insulin dan lama kelamaan
akan menimbulkan resistensi insulin yang berlanjut DMT2. Berdasarkan uraian
tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian BPA secara kronik dengan dosis 20
mg/kgBB dapat menurunkan kadar insulin pada hepar tikus Wistar jantan.
Description
Reupload Repositori File 11 Mei 2026_Kholif Basri
Approved by Teddy
