Pelatihan Literasi Digital dalam Peningkatan Jiwa Kewirausahaan Perempuan Mantan Buruh Migran Desa Dukuhdempok Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pelatihan literasi digital memiliki peran penting dalam mendukung
pengembangan jiwa kewirausahaan perempuan mantan buruh migran di Desa
Dukuhdempok, Kabupaten Jember. Sebagian besar dari mereka masih menghadapi
kendala dalam memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk
pengembangan usaha, baik karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan,
maupun akses terhadap fasilitas teknologi. Kondisi tersebut menyebabkan
kemampuan mereka dalam mencari, menyeleksi, dan mengelola informasi digital
sebagai dasar pengambilan keputusan usaha masih terbatas. Berdasarkan
permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran
pelatihan literasi digital dalam peningkatan jiwa kewirausahaan perempuan mantan
buruh migran di Desa Dukuhdempok. Penelitian ini bertujuan memahami
keterkaitan antara kemampuan literasi digital dengan pengembangan kreativitas,
inovasi, dan kemandirian usaha.
Secara teoritis, penelitian ini berlandaskan pada teori Paul Gilster (1997) yang
mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan memahami dan menggunakan
informasi dari berbagai sumber digital secara kritis, efektif, dan reflektif melalui
empat komponen utama, yaitu kemampuan mencari informasi (internet searching),
memahami dan menggunakan tautan (hypertextual navigation), mengevaluasi
konten (content evaluation), serta menyusun pengetahuan (knowledge assembly).
Teori ini kemudian dikaitkan dengan konsep kewirausahaan yang menekankan
pentingnya percaya diri, kepemimpinan, bertangguang jawab, kreatif dan inovatif
dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Proses
penelitian meliputi wawancara semi-terstruktur dengan tiga perempuan mantan
buruh migran sebagai informan kunci dan dua pengurus Desbumi sebagai informan
pendukung, observasi langsung selama kegiatan pelatihan literasi digital serta
penerapan hasil pembelajaran, dan studi dokumentasi terhadap catatan kegiatan
maupun materi pelatihan. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara
mengorganisasi narasi berdasarkan kategori pelatihan literasi digital dan aspek
kewirausahaan, kemudian diverifikasi melalui triangulasi sumber dan teknik untuk
memastikan keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan mantan buruh migran
memiliki tingkat kemampuan yang beragam dalam menerapkan pelatihan literasi
digital sesuai pengalaman dan kebiasaan masing-masing. Mereka telah mampu
merancang strategi pencarian informasi, menilai kredibilitas konten, serta
menyusun pengetahuan menjadi ide atau langkah nyata dalam pengembangan
usaha. Kondisi awal memperlihatkan bahwa sebagian anggota masih terbatas dalam
penggunaan platform digital, sehingga kemampuan mengorganisasi dan
memanfaatkan informasi untuk inovasi dan strategi pemasaran belum merata.
Melalui pelatihan dan pendampingan, kemampuan tersebut mulai berkembang dan
menunjukkan keselarasan antara pelatihan literasi digital dengan peningkatan jiwa
kewirausahaan, terutama dalam aspek kreativitas, inovasi, dan kemandirian.
Dengan demikian, pelatihan literasi digital menjadi komponen penting dalam
pengembangan jiwa kewirausahaan perempuan mantan buruh migran. Penguasaan
literasi digital memungkinkan mereka untuk mengakses informasi usaha yang
relevan, mengorganisasi pengetahuan, serta menyesuaikan strategi bisnis sesuai
kebutuhan dan perkembangan pasar. Pelatihan serta pendampingan berkelanjutan
perlu terus dilakukan agar kemampuan yang diperoleh dapat terus diasah dan
memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kemandirian ekonomi
mereka
Description
Reuploud file repositori 12 Mei 2026_Firli
Apptoved by Teddy
