Prevalensi dan Faktor Terkait Hipertensi pada Petani di Wilayah Maesan Kabupaten Bondowoso
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit mematikan tanpa disertai gejala terlebih
dahulu sebagai peringatan, biasanya hipertensi dijuluki sebagai the silent killer atau
pembunuh gelap. Kejadian hipertensi di Indonesia yang berusia ≥18 tahun
penurunan dari tahun 2018 yaitu sebesar 34,1% menurun menjadi 30,8% pada tahun
2023. Di Jawa Timur, prevalensi hipertensi tercatat sebesar 34,3%. Jumlah
penderita hipertensi di Bondowoso pada tahun 2023 sebesar 21%. Hipertensi Di
Wilayah Maesan Kabupaten Bondowoso mengalami peningkatan kasus yang
signifikan dari tahun 2022 sebesar 2,5% meningkat menjadi 19,3% pada tahun
2023. Prevalensi hipertensi berdasarkan pengelompokan berdasarkan pekerjaan
pada kelompok petani/buruh tani berada pada urutan ke 1 yaitu sebesar 35,7%.
Hipertensi disebabkan karena jenis kelamin, usia, genetik pendapatan,
pengetahuan, pendidikan, status gizi, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik,
kebiasaan merokok, tingkat stres, konsumsi makanan asin berlebih, tekanan panas,
paparan pestisida dan beban kerja. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui prevalensi dan faktor terkait hipertensi pada petani Di Maesan
Kabupaten Bondowoso, dengan harapan dapat menekan prevalensi hipertensi di
Wilayah Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kecamatan Maesan
Kabupaten Bondowoso pada Mei-Juni 2024. Sampel terdiri dari 98 responden.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan food
recall 2x24 jam. Kuesioner stres yang digunakan telah dilakukan uji validitas dan
reliabilitas dengan nilai 0,783. Analisis data dilakukan secara univariate dan
bivariat. Analisis bivariate menggunakan uji chi square dengan Confidence Interval
(CI) 95% (alpha 0,05). Data yang dianalisis disajikan dalam bentuk tabel dengan penjelasan dalam bentuk narasi. Laik Etik dilakukan di KEPK FKG Universitas
Jember dengan nomor 2507/UN25.8/KEPK/DL/2024.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mengalami hipertensi (84,7%).
Pada karakteristik responden menunjukkan sebagian besar berjenis kelamin lakilaki (92,9%), usia risiko tinggi ≥45 tahun (89,8%), tidak memiliki riwayat penyakit
keluarga (80,6%), asupan lemak lebih (75,5%), asupan natrium kurang (92,9),
stress (65,3), perokok (86,7%) dan terpapar pestisida tingkat tinggi (51%). Hasil
analisis bivariat dengan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan
antara jenis kelamin (p-value = 0,036; OR = 4,938; CI 95% = 0,982-24,836), usia
(p-value = 0,022; OR = 0,214; CI 95% = 0,052 – 0,881), asupan lemak (p-value =
0,005; OR = 0,209, CI 95% = 0,066 – 0,661), kebiasaan merokok (p-value = 0,004;
OR = 7,238, CI 95% = 1,991 – 26,318), dan paparan pestisida (p-value = 0,040; OR
= 3,419; CI 95% = 1,006 – 11,621) dengan kejadian hipertensi pada petani. Selain
itu, tidak terdapat hubungan antara riwayat keluarga (p-value = 0,438), pendapatan
(p-value = 0,413), asupan natrium (p-value = 0,904) dan stress (p-value = 0,904)
dengan kejadian hipertensi pada petani.
Kesimpulan yang didapatkan yaitu prevalensi hipertensi petani 0,79%. Pada
penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis
kelamin, usia, asupan lemak, kebiasaan merokok dan paparan pestisida dengan
kejadian hipertensi pada petani di Wilayah Maesan Kabupaten Bondowoso. Selain
itu, tidak terdapat hubungan antara pendapatan, riwayat keluarga, asupan natrium
dan stress dengan kejadian hipertensi pada petani di Wilayah Maesan Kabupaten
Bondowoso. Saran yang dapat diberikan yaitu bagi masyarakat untuk rutin
memeriksakan kesehatan di fasilitas desa untuk memastikan tekanan darah tetap
normal. Saran bagi Instansi Kesehatan yaitu mengadakan program penyuluhan
yang berkolaborasi dengan komunitas petani tentang pencegahan dan pengelolaan
hipertensi yang meliputi edukasi tentang pola makan sehat, bahaya merokok serta
pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.
Description
Reuploud file repository 12 mei 2026_Firli_Tata
Approved by Teddy
