Pengaruh Neem Gum terhadap Obesitas dan Massa Lemak Viseral pada Tikus Wistar yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak dan Fruktosa (HFFD)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Obesitas merupakan salah satu komponen utama sindrom metabolik dan berkaitan erat dengan peningkatan massa lemak viseral, resistensi insulin, dislipidemia, serta inflamasi kronik. Model diet tinggi lemak dan fruktosa (HFFD) digunakan secara luas pada hewan coba karena mampu menimbulkan perubahan metabolik yang menyerupai kondisi manusia. Neem gum (Azadirachta indica), eksudat alami kaya akan polisakarida, diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, prebiotik, serta potensi modulasi metabolik. Meskipun demikian, bukti ilmiah terkait potensinya dalam pencegahan obesitas sentral masih terbatas. Oleh karena itu, Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengaruh neem gum terhadap obesitas dan akumulasi lemak viseral pada tikus Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak dan fruktosa (HFFD). Penelitian menggunakan desain true experimental dengan rancangan pre test and post-test control group. Sebanyak 18 ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol normal (KN), kelompok HFFD (K–), dan kelompok perlakuan neem gum + HFFD (P). Intervensi diberikan selama 28 hari. Parameter yang diukur yakni Indeks Lee diukur setiap minggu sebagai indikator obesitas dan lemak viseral (epididimal, mesenterik, dan perirenal) yang ditimbang setelah terminasi. Analisis statistik dihitung menggunakan uji normalitas, homogenitas, One-Way ANOVA, dan Repeated Measures ANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan pada nilai Indeks Lee maupun massa lemak viseral antar kelompok (p > 0,05). Namun, grafik perkembangan indeks Lee memperlihatkan tren penurunan yang konsisten pada kelompok perlakuan neem gum dibandingkan kelompok HFFD. Tren ini menunjukkan bahwa meskipun belum mencapai signifikansi statistik, neem gum menunjukkan pola penurunan pada kelompok perlakuan dibanding kelompok HFFD, yang mengalami kecenderungan peningkatan. Pola serupa juga tampak pada massa lemak viseral, di mana kelompok perlakuan neem gum menunjukkan rerata yang lebih rendah dibandingkan kelompok HFFD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian neem gum selama 28 hari belum menghasilkan efek signifikan secara statistik dalam menurunkan obesitas atau massa lemak viseral. Namun, tren penurunan yang tampak pada grafik Indeks Lee serta massa lemak viseral mengindikasikan bahwa neem gum berpotensi memberikan efek preventif terhadap perkembangan obesitas dan akumulasi lemak viseral, sehingga penelitian lanjutan dengan dosis, durasi, atau formulasi berbeda masih sangat diperlukan

Description

Reupload file repositori 12 Mei 2026_Maya Approved by Teddy

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By