Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi Maserasi, UAE, dan MAE terhadap Kapasitas Antioksidan Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Farmasi

Abstract

Radikal bebas adalah molekul reaktif dengan elektron tidak berpasangan yang merusak sel dan menyebabkan stres oksidatif. Untuk mengendalikan radikal bebas didalam tubuh digunakan senyawa antioksidan yang bekerja dengan menyumbangkan elektron untuk menetralkan radikal bebas. Antioksidan terbagi menjadi antioksidan alami dan sintetis. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai antioksidan alami yaitu daun sirih hijau yang tergolong sebagai antioksidan kuat karena keberadaan senyawa polifenol didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas antioksidan ekstrak daun sirih hijau dengan tiga metode ekstraksi yang berbeda, yaitu maserasi, ultrasound-assisted extraction (UAE), dan microwave-assisted extraction (MAE). Maserasi dengan perendaman dan pengadukan, UAE menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan dinding sel, dan MAE memanaskan dengan gelombang mikro untuk mempercepat pelepasan senyawa aktif. Pengujian kapasitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH yang bekerja dengan mengukur kemampuan senyawa antioksidan dalam mendonorkan atom hidrogen atau elektronnya untuk mereduksi radikal bebas. Parameter yang digunakan adalah nilai IC50, yaitu konsentrasi ekstrak yang dibutuhkan untuk mereduksi 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50, maka semakin kuat kemampuan antioksidannya. Dari penelitian ini, dihasilkan berbagai rendemen yang telah memenuhi syarat Farmakope Herbal Indonesia (2017) yaitu ≥ 5%. Hasil penelitian kapasitas antioksidan paling kuat didapatkan pada metode UAE (IC50 = 15,128 μg/mL ± 0,4351), terendah adalah maserasi (IC50 = 31,180 μg/mL ± 0,8137), dan MAE (IC50 = 26,511 μg/mL ± 0,5945). Sebagai standar digunakan katekin yang merupakan senyawa flavonoid dengan aktivitas antioksidan tinggi. Dalam pengujian ini, diperoleh IC50 katekin (7,991 μg/mL ± 0,2334). Optimasi pada metode UAE dilakukan terhadap tiga parameter yaitu waktu, suhu, dan rasio solid:liquid (S:L). Hasil optimasi waktu menghasilkan kapasitas antioksidan paling kuat pada waktu 40 menit (IC50 = 15,128 μg/mL ± 0,4351), terendah pada waktu 60 menit (IC50 = 29,842 μg/mL ± 0,4044) dan waktu 20 menit (IC50= 22,856 μg/mL ± 0,2664). Hasil optimasi suhu menghasilkan kapasitas antioksidan paling kuat pada suhu 45 °C (IC50 = 15,128 μg/mL ± 0,4351), terendah pada suhu 55 °C (IC50 = 34,542 μg/mL ± 0,4945) dan suhu 35 °C (IC50 = 32,342 μg/mL ± 0,5108). Hasil optimasi rasio menghasilkan kapasitas antioksidan paling kuat pada rasio 1:10 (IC50 = 15,128 μg/mL ± 0,4351), terendah pada rasio 1:30 (IC50 = 32,305 μg/mL ± 0,5035) dan pada rasio 1:20 (IC50 = 19,985 μg/mL ± 0,4036). Hasil menunjukkan bahwa waktu 40 menit, suhu 45 °C, dan rasio 1:10 merupakan kondisi pengujian paling optimal untuk menghasilkan kapasitas antioksidan paling maksimal dalam daun sirih hijau. Pada penelitian ini, data IC50 dari masing-masing parameter akan dilakukan pengujian homogenitas dan normalitas. Data yang terdistribusi normal dan homogen akan dilakukan pengujian one way ANOVA dengan taraf kepercayaan 99%. Jika hasil menunjukkan nilai signifikansi 0,000 <0,001 berarti terdapat perbedaan pada masing-masing kondisi pengujian, sehingga uji dilanjutkan menggunakan uji Post Hoc LSD untuk melihat perbedaan signifikan antara masingmasing kondisi pengujian. Hasil analisis data berdasarkan perbedaan metode ekstraksi, didapatkan data yang normal dan homogen, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,001, dan hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan antar masing-masing metode ekstraksi dengan kontrol positif katekin. Untuk parameter waktu, didapatkan data yang normal dan homogen, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,001, dan hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan antar masing-masing waktu dengan kontrol positif katekin. Untuk parameter suhu, didapatkan data yang normal dan homogen, dengan nilai signifikansi 0,000 <0,001, dan hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan antar masingmasing suhu dengan kontrol positif katekin. Untuk parameter rasio, didapatkan data yang normal dan homogen, dengan nilai nilai signifikansi 0,000 < 0,001, dan hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan antar masing-masing rasio dengan kontrol positif katekin.

Description

Reuploud file repositori 22 Jan 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By