Keberlangsungan Sosial pada Kesenian Tongklek di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Tongklek merupakan tradisi membangunkan orang sahur pada saat bulan Ramadan tiba. Tongklek awalnya muncul dan dilakukan oleh para wali yang ada di wilayah Tuban yaitu Sunan Bonang. Kegiatan membangunkan orang sahur yang dilakukan oleh beberapa orang menggunakan alat bunyi seperti kentongan dari bambu dan ember atau tong bekas air menandakan waktu sahur telah tiba. Tongklek kemudian semakin lama semakin berkembang karena mengikuti perkembangan zaman dan juga melihat minat masyarakat Tuban. Tongklek yang awalnya hanya bertujuan untuk membangunkan orang sahur pada saat bulan puasa kemudian berkembang menjadi sebuah kesenian yang sedap untuk dinikmati. Melalui sudut pandang sosiologi yaitu dengan menggunakan teori Robert D. Putnam penelitian tentang sebuah kesenian Tongklek digali lebih dalam untuk mengetahui keberlangsungan sosial melalui konsep dari teori modal sosial. Pentingnya penelitian yang dilakukan juga berkaitan dengan mengetahui interaksi individu dalam suatu kelompok, mengetahui tindakan preventif terhadap konflik karena perbedaan pandangan, dan melihat bagaimana melalui modal sosial kesenian Tongklek masih terus bertahan serta berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana grup kesenian Tongklek terus berlanjut karena adanya sebuah kepercayaan para anggotanya, norma yang terbangun, serta jaringan sosial antar pelaku maupun dengan pihak lain.

Description

Repo 23 Juni 2026_ Rudy k ; FINALISASI oleh Agus 2026 Juni 23

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By