Framework Penerapan Teknologi Blockchain Dalam Pengelolaan Kontrak Konstruksi Di Indonesia

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik Teknik Sipil

Abstract

Industri konstruksi Indonesia menghadapi berbagai tantangan kritis dalam pengelolaan kontrak, termasuk kurangnya transparansi, keterlambatan pembayaran, manipulasi dokumen, dan inefisiensi proses administratif yang berdampak signifikan terhadap kinerja proyek. Teknologi blockchain menawarkan solusi potensial melalui karakteristik desentralisasi, immutability, dan transparansi yang dapat mentransformasi pengelolaan kontrak konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) merancang dan menganalisis framework penerapan teknologi blockchain dalam pengelolaan kontrak konstruksi di Indonesia, dan (2) mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat adopsi teknologi blockchain berdasarkan Technology-Organization-Environment (TOE) Framework. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods yang menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Pengembangan framework dilakukan melalui triangulasi sumber yang meliputi studi literatur, analisis regulasi (Perpres No. 46 Tahun 2025 dan LKPP No. 4 Tahun 2024), serta wawancara mendalam semi-terstruktur dengan 15 stakeholder kunci yang terdiri dari Unit Layanan Pengadaan (ULP), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor, konsultan pengawas, dan konsultan perencana. Analisis faktor adopsi menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan software SmartPLS 4 untuk menguji hubungan antara variabel teknologi, organisasi, dan lingkungan terhadap niat adopsi blockchain. Penelitian menghasilkan framework berlapis (layered architecture) yang terdiri dari 7 layer terintegrasi: Data Acquisition Layer, Document Processing Layer, Blockchain Network Layer, Smart Contract Layer (dengan 5 smart contract utama: Tender, Payment, Document, Penalty, dan Escrow Contract), Communication Layer, Cloud Service Layer, dan Storage Layer. Framework ini mengelola 12 fase kontrak konstruksi dengan 34 kegiatan detail dari pra-kontrak hingga pasca-kontrak. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan hanya konteks teknologi yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat adopsi (β = 0.532, p = 0.008), sementara konteks lingkungan (β = 0.278, p = 0.140) dan organisasi (β = 0.077, p = 0.711) tidak signifikan. Model memiliki kemampuan prediksi sangat baik dengan R² = 0.771 dan Q² = 0.760. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa industri konstruksi Indonesia masih berada pada tahap awal kurva adopsi blockchain , dimana karakteristik teknologi (keunggulan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, dan biaya) merupakan faktor dominan yang mempengaruhi niat adopsi. Faktor lingkungan (dukungan regulasi dan tekanan kompetitif) dan faktor organisasi (dukungan manajemen puncak dan kesiapan organisasi) belum cukup matang untuk mendorong adopsi secara signifikan pada tahap ini.

Description

Reupload file repositori 13 Mei 2026_Maya

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By