Identifikasi dan Karakterisasi Heat Shock Protein 90 (HSP90) pada Kopi Arabika (Coffea arabica L.) dan Kakao (Theobroma cacao L.) melalui Analisis Bioinformatika
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kopi (Coffea sp.) dan kakao (Theobroma cacao L.) merupakan dua komoditas
utama perkebunan Indonesia yang memiliki produktivitas tinggi hingga mampu
menjadikan Indonesia sebagai eksportir kopi dan kakao dunia. Berdasarkan data
BPS tahun 2023, produktivitas kopi dan kakao Indonesia mengalami penurunan
yang cukup signifikan. Penurunan produktivitas kopi dan kakao di Indonesia dapat
disebabkan oleh berbagai faktor seperti penurunan luas perkebunan, penggunaan
bahan tanam dengan kualitas rendah, serta berbagai faktor biotik dan abiotik seperti
serangan hama dan penyakit, suhu, ketingian, serta perubahan iklim akibat
pemanasan global.
Pemanasan global terjadi akibat peningkatan suhu rata-rata bumi yang dapat
menyebabkan terjadinya stres panas pada tanaman sehingga menyebabkan efek
merugikan seperti terjadinya denaturasi protein. Kemampuan adaptasi melalui
produksi protein stres yaitu Heat Shock Protein (HSP) menjadi penting untuk
meningkatkan kemampuan adaptasi tanaman pada kondisi tersebut terutama pada
tanaman C3 seperti kopi dan kakao. HSP dapat dibedakan menjadi lima famili
berdasarkan berat molekulnya yaitu HSP20, HSP60, HSP70/DnaK, HSP90, dan
HSP100/ClpB. HSP90 merupakan salah satu protein yang paling banyak terdapat
dalam sitoplasma sel prokariotik dan eukariotik karena menyusun 1-2% dari total
protein dalam sel. HSP90 berfungsi membantu kelangsungan hidup sel normal di
bawah tekanan, mengatur dan mempertahankan konformasi berbagai protein, dan
bertindak sebagai pengatur umpan balik negatif dari respon stres panas. HSP90 juga
berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman misalnya dalam
pembentukan embrio, perkembangan biji, perkecambahan biji serta pemanjangan
hipokotil. HSP90 juga terlibat dalam respon stres biotik dan abiotik pada tanaman
seperti suhu, salinitas, kekeringan serta patogen seperti fungi, virus, bakteri,
maupun serangga.
Description
reupload 2026 Rudi H
FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 22
