Ibu Nyai sebagai Agen Perubahan dalam Mencegah Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Al-Munir Situbondo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Abstract
Kekerasan seksual merupakan masalah sosial yang memiliki dampak serius
terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Kekerasan seksual tidak hanya
menyebabkan dampak fisik, tetapi juga mental dan psikologis pada korban. Di
Kabupaten Situbondo, kekerasan seksual masih dianggap tabu untuk dibicarakan
karena tradisi dan patriarki yang masih dominan. Akibatnya, perempuan menjadi
terpinggirkan dalam perlindungan hak-hak mereka dan mengalami stigma dalam
masyarakat. Dalam konteks ini, peran Ibu Nyai sangat dibutuhkan sebagai agen
perubahan dalam masyarakat. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu peran Ibu
Nyai sebagai agen perubahan dalam mencegah kekerasan seksual di Pondok
Pesantren Al-Munir Situbondo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
peran dari Ibu Nyai sebagai agen perubahan dalam mencegah kekerasan seksual.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan
pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibu Nyai
berperan dalam kiprahnya sebagai agen perubahan yang dapat mencegah
terjadinya kekerasan seksual. Ibu Nyai memiliki peran dalam pencegahan kasus
kekerasan seksual, yaitu mengembangkan kurikulum dan materi pembelajaran di
pesantren, edukasi dan sosialisasi melalui kajian keislaman serta bekerja sama
dengan pihak terkait seperti puskesmas. Sebagai agen perubahan, Ibu Nyai
memiliki peran pemimpin, mediator dan pendakwah bagi santri dan masyarakat di
Situbondo. Peran Ibu Nyai sebagai agen perubahan dalam Mencegah Kekerasan
Seksual di Pondok Pesantren Al-Munir Situbondo memiliki potensi yang besar.
Sebagai agen perubahan, Ibu Nyai menjadi pemimpin dalam organisasi Islam
untuk berkontribusi pada upaya pencegahan kekerasan seksual Pondok Pesantren
Al-Munir Situbondo.
Description
reupload 2026 Rudi H
FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 22
