Hubungan Durasi dan Posisi Duduk dengan Kifosis pada Mahasiswa Pria Fakultas Kedokteran: Analisis Fotometri
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Duduk dalam waktu lama dan dengan posisi merosot menyebabkan
perubahan postur seperti rata pada kurva lumbal dan meningkatkan sudut kifosis
toraks. Mahasiswa bisa menjadi kelompok dengan faktor risiko kifosis tinggi
karena kebiasaan durasi duduk yang panjang selama melakukan perkuliahan.
Mahasiswa dapat duduk dengan rata-rata lebih dari 46 jam selama satu minggu atau
sekitar 5-8 jam per hari.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain
penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga
November 2024 pada populasi mahasiswa pria Program Studi Pendidikan Dokter
Fakultas Kedokteran Universitas Jember angkatan masuk 2021, 2022, dan 2023.
Teknik purposive sampling digunakan untuk memperoleh sampel dengan
mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sumber data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data primer melalui google form dan software
coreldraw. Jenis uji analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji
korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p<0,05.
Hasil penelitian adalah terdapat hubungan signifikan antara durasi duduk
dan posisi duduk memutar dengan kifosis pada mahasiswa pria Fakultas
Kedokteran (p<0,05). Di sisi lain, tidak terdapat hubungan bermakna antara posisi
menyandarkan punggung pada tempat duduk dan posisi duduk membungkuk
terhadap sudut kifosis pada mahasiswa pria Fakultas Kedokteran Universitas
Jember.
Description
Reupload file repositori 12 Mei 2026_Maya
