Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kualitas Hidup pada Pasien Hemodialisis dengan Psychological Well- Being sebagai Faktor Mediasi di Rsud Provinsi NusaTenggara Barat

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Penyakit ginjal kronik stadium akhir merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan peningkatan prevalensi yang signifikan, termasuk di Indonesia. Pasien yang menjalani terapi hemodialisis menghadapi berbagai tantangan multidimensional yang meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan, yang secara kumulatif berdampak pada penurunan kualitas hidup. Faktor psikososial seperti dukungan sosial dan psychological well-being dipandang memiliki peran penting dalam membantu pasien beradaptasi terhadap penyakit kronis dan terapi jangka panjang yang dijalani Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup pasien hemodialisis serta menguji peran psychological well being sebagai variabel mediasi pada pasien hemodialisis di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 142 pasien hemodialisis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian meliputi dukungan sosial, psychological well-being, dan kualitas hidup. Pengukuran dilakukan menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Psychological Well-Being Scale (PWBS), dan WHOQOL-BREF. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji korelasi, serta analisis mediasi menggunakan Hayes PROCESS Macro Model 4 dengan pendekatan bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat dukungan sosial yang baik, psychological well-being yang bervariasi, dan kualitas hidup pada kategori sedang. Uji hipotesis menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hidup pasien hemodialisis. Hasil penelitin dukungan sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being, dan psychological well-being juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa psychological well-being tidak memediasi hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup, yang ditunjukkan oleh nilai indirect effect yang tidak signifikan dan interval kepercayaan yang melewati angka nol. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kualitas hidup pasien hemodialisis di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat lebih dipengaruhi secara langsung oleh dukungan sosial yang diterima pasien, terutama dukungan emosional, instrumental, dan informasional dari keluarga serta lingkungan terdekat. Psychological well-being dalam konteks penelitian ini belum berperan sebagai mekanisme mediasi yang signifikan, sehingga peningkatan kualitas hidup pasien lebih efektif dicapai melalui penguatan dukungan sosial secara langsung. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi praktik keperawatan dan manajemen pelayanan hemodialisis. Intervensi keperawatan diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga pada penguatan dukungan sosial pasien melalui pelibatan keluarga, edukasi berkelanjutan, serta pengembangan program pendampingan psikososial. Secara akademik, penelitian ini memperkaya kajian keperawatan terkait peran faktor psikososial dalam peningkatan kualitas hidup pasien kronis serta memberikan dasar bagi penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal atau kualitatif untuk menggali lebih dalam dinamika psychological well-being pada pasien hemodialisis.

Description

Reupload file repositori 14 Mei 2026_Maya Validasi repository 18 Juni 2026_Naomy/Firly

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By