Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Air Minum dalam Kemasan Menggunakan Metode Six Sigma (Studi Kasus: CV Ar-Raudlah)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan fokus pada analisis pengendalian kualitas produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di CV Ar-Raudlah. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya ketidaksesuaian atau produk cacat yang ditemukan selama proses produksi, seperti gelas bocor, penutup (lid) yang tidak rapat, dan posisi penutup yang miring. Hal ini mendorong perlunya perbaikan proses produksi untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan profitabilitas perusahaan melalui metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Tahap awal penelitian yaitu Define, identifikasi tiga karakteristik kualitas kritis atau Critical to Quality (CTQ) utama, yaitu gelas bocor, lid tidak rapat, dan lid miring. Berdasarkan data produksi selama dua bulan, ditemukan total kecacatan sebanyak 13.182 unit, di mana cacat lid tidak rapat menjadi jenis kerusakan yang paling dominan dengan jumlah 7.791 unit. Selain itu, pemetaan proses dilakukan menggunakan diagram SIPOC untuk memahami aliran produksi mulai dari pemasok bahan baku hingga produk sampai ke tangan konsumen. Proses tahap Measure, dilakukan perhitungan untuk mengukur kapabilitas proses saat ini. Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata proporsi cacat sebesar 0,031 dengan nilai Defect per Million Opportunities (DPMO) sebesar 10.469,03. Angka ini menempatkan kualitas produksi CV Ar-Raudlah pada level 3,8 sigma. Posisi ini menunjukkan bahwa kualitas perusahaan sudah berada di atas rata-rata industri di Indonesia (yang umumnya berada di level 3 sigma), namun masih jauh dari target kesempurnaan industri kelas dunia yang berada di level 6 sigma. Tahap Analyze, penelitian mendalami faktor penyebab kecacatan menggunakan diagram fishbone (sebab-akibat). Ditemukan bahwa kegagalan produk dipengaruhi oleh lima faktor utama: manusia (kurang teliti), mesin (pengaturan suhu pemanas yang tidak stabil), metode kerja, material (kualitas cup), dan lingkungan kerja. Temuan ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk melakukan tindakan perbaikan, terutama pada faktor mesin dan ketelitian operator, guna menekan jumlah produk cacat dan mencapai level sigma yang lebih tinggi di masa depan.

Description

Reupload file repositori 15 Mei 2026_Maya Validasi repository 18 Juni 2026_Naomy/Firly

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By