Analisis Technology Readiness dalam Implementasi Electronic Medical Record Oleh Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan di sektor kesehatan. Rumah sakit dituntut untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan melalui penerapan sistem informasi kesehatan, salah satunya Electronic Medical Record (EMR). EMR menjadi inovasi penting karena mampu menyediakan data medis pasien secara akurat, cepat, dan terintegrasi. Keberhasilan implementasi EMR sangat dipengaruhi oleh kesiapan dan partisipasi pengguna, khususnya perawat sebagai tenaga kesehatan garis depan. Faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan perawat termasuk usia, pendidikan, pengalaman kerja, serta pelatihan atau sosialisasi penggunaan EMR sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kesiapan perawat dalam mengadopsi EMR di ruang rawat inap non intensif Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik, sebagai dasar penguatan strategi transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan perawat dalam implementasi Electronic Medical Record (EMR) di ruang rawat inap non intensif Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik. Sampel terdiri dari 78 perawat, dengan karakteristik nilai tengah usia 36 tahun, mayoritas perempuan (79,5%), pendidikan terakhir S1 Ners (59%), masa kerja 6–10 tahun, dan sebagian besar pernah mengikuti sosialisasi EMR (85,9%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan perawat secara keseluruhan berada pada kategori sedang, dengan lebih dari 50% responden berada pada kategori yang sama. Berdasarkan indikator Technology Readiness Index (TRI) 2.0. Optimisme memiliki memiliki nilai median dan modus yang menunjukkan bahwa data relatif seimbang, dengan mayoritas responden memiliki tingkat optimisme yang tinggi. kemampuan diri sendiri, dan mampu mempertahankan semangat meskipun menghadapi tantangan. Inovatif memiliki kesamaan antara median dan modus mengindikasikan konsistensi dalam persepsi responden terhadap kemampuan berpikir kreatif dan melakukan pembaruan. Skor median yang cukup tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar responden cenderung inovatif, memiliki kemampuan untuk mencari solusi baru, serta terbuka terhadap ide-ide dan perubahan. Ketidaknyamanan dan ketidakamanan menunjukkan berada pada kategori sedang. Artinya, responden terkadang merasakan perasaan tidak nyaman atau tekanan, namun masih dalam batas yang wajar dan beberapa perawat menunjukkan beberapa hambatan, seperti kesulitan memahami panduan teknis atau kekhawatiran terkait keamanan data. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa perawat memiliki kesiapan moderat dalam implementasi EMR. Faktor yang memengaruhi kesiapan termasuk usia produktif, pendidikan, pengalaman kerja, dan pelatihan EMR sebelumnya. Kesiapan ini dapat ditingkatkan melalui pelatihan lebih lanjut, fasilitas yang memadai, dan panduan penggunaan EMR yang jelas dan mudah dipahami.

Description

Reupload file repositori 15 Mei 2026_Maya Validasi repository 18 Juni 2026_Naomy/Firly

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By