Implementasi Pembelajaran Teaching Factory dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan (Studi Kasus pada Kompetensi Agribisnis Perikanan di SMK Perikanan dan Kelautan Puger)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Lulusan SMK masih banyak menghadapi tantangan besar ketika memasuki dunia kerja. Hal ini menunjukkan ketidaksesuaian kompetensi yang dipelajari di sekolah dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Pemerintah dalam menghadapi hal tersebut merancang model pembelajaran Teaching Factory untuk menciptakan keselarasan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan DUDI. Salah satu sekolah yang menerapkan pembelajaran Teaching Factory adalah SMK PK Puger pada kompetensi agribisnis perikanan. Sekolah ini memiliki output yang sangat baik yakni lulusan dari SMK PK Puger banyak yang bekerja di Luar Negeri dan mampu menghasilkan produk budidaya udang berkualitas ekspor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran TEFA dalam meningkatkan kompetensi lulusan pada kompetensi agribisnis perikanan di SMK Perikanan dan Kelautan Puger. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Partisipan penelitian ditentukan berdasarkan metode purposive sampling dengan analisis data menggunakan Miles dan Huberman. Penelitian ini dilakukan di SMK Perikanan dan Kelautan Puger Kabupaten Jember pada Kompetensi Agribisnis Perikanan. Sumber data diperoleh dari wawancara partisipan meliputi Waka bidang Kurikulum SMK PK Puger, Guru, dan Siswa yang mengikuti pembelajaran Teaching factory. Selain itu peneliti juga melakukan observasi dan dokumen mengenai penerapan pembelajaran teaching factory pada Kompetensi Agribisnis Perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran teaching factory pada kompetensi agribisnis perikanan di SMK PK Puger secara keseluruhan sudah sesuai sintak pembelajaran. Tahap identifikasi produk, sekolah menentukan fokus pembelajaran pada budidaya perikanan payau dan laut dengan membudidayakan udang vaname. Pemilihan produk berdasarkan keuntungan ekonomi yang tinggi dan pemasarannya yang mudah, selain itu sekolah juga bekerjasama dengan mitra industri PT. ICS yang berperan sebagai investor. Tahap analisis cakupan kompetensi, pihak sekolah dan mitra menyusun kurikulum hasil penyelarasan untuk menyelaraskan pembelajaran dengan standar dan kebutuhan DUDI, antara lain pendederan udang, pembesaran udang, pemanenan, dan pemasaran hasil produksi. Pada tahap ini sekolah juga menyusun jadwal blok untuk mengatur rotasi kegiatan pembelajaran dengan sistem semi blok. Tahap perancangan produk pihak sekolah membuat standar operasional prosedur (SOP) pembesaran udang vaname sebagai pedoman siswa dalam mengerjakan produk. Pada tahap kecukupan sumber daya alam pihak sekolah telah menyiapkan SDM yang bersertifikasi sebagai guru teknisi, melengkapi fasilitas produktif budidaya, serta memilih pihak mitra dalam proses pengerjaan produk TEFA. Pihak mitra yakni, PT. ICS sebagai pihak investor, PT. Haida sebagai mitra penyedia pakan dan obat, dan CV, Raja Benur Situbondo sebagai mitra penyedia benur. Tahap pengerjaan TEFA, guru teknisi memberikan pelatihan secara langsung kepada siswa. Kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan apel, briefing, pengerjaan, dan pada akhir siklus terdapat evaluasi. Tahap penyerahan hasil produksi siswa bersama guru belajar menyerahkan hasil produksi ke supplier yakni PT. ICS, jika terdapat udang yang undersize maka akan dipasarkan ke pasar lokal. Pada Tahap layanan purna jual, sekolah tidak pernah menerima komplain dari pihak pembeli, maka dari itu siswa lebih difokuskan pada pelatihan komunikasi dengan pembeli. Adapun kompetensi lulusan pada pembelajaran TEFA di SMK PK Puger telah terlaksana dengan baik dengan 4 elemen pembelajaran meliputi Pendederan, pembesaran, pemanenan, dan pemasaran produk. Pencapaian kompetensi lulusan diukur dari Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) yang memperoleh hasil sangat kompeten. Implementasi pembelajaran TEFA Pada Kompetensi Agribisnis Perikanan secara keseluruhan berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kompetensi lulusan dilihat dari nilai UKK yang baik. Oleh karena itu, sekolah diharapkan terus mengembangkan model TEFA dengan memperluas mitra dan menghadirkan teknologi terkini. Selain itu siswa diharapkan lebih aktif dalam setiap tahapan pembelajaran TEFA agar menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja nanti.

Description

Reuploud Repository hasyim Juni 2026 Validasi repository 18 Juni 2026_Naomy/Firly

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By