Hubungan Kelelahan Kerja Terhadap Kejadian Hipertensi pada Petugas UPT. Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama karena tingginya angka
prevalensi di seluruh dunia yaitu sebanyak 1,28 miliar dengan rentang usia 30-79
tahun, lalu sebanyak 638.178 penderita di antaranya berada di Indonesia dan 93.738
penderita berada di Jawa Timur. Faktor hipertensi meliputi usia, genetik, obseitas,
aktivitas fisik, konsumsi natrium, konsumsi alkohol, dan kelelahan kerja. Kelelahan
dapat meningkatkan aktivitas saraf simpatis sehingga tekanan darah meningkat
secara bertahap. Salah satu pekerjaan yang berisiko mengalami hipertensi dan
kelelahan yaitu petugas pemadam kebakaran. Pemadam Kebakaran Kabupaten
Jember memiliki risiko kelelahan kerja yang tinggi karena sistem siaga 24 jam,
cakupan WMK yang luas, tuntutan beban operasional, dan tingginya angka
evakuasi setiap tahunnya. Studi pendahuluan menunjukkan di Pos Pemadam
Kebakaran Kota Kabupaten Jember menunjukkan bahwa 4 dari 7 petugas
mengalami hipertensi serta 7 dari 7 mengalami tanda kelelahan yaitu mengantuk
saat berjaga shift. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kelelahan
kerja terhadap kejadian hipertensi pada petugas UPT. Pemadam Kebakaran dan
Penyelamatan Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
observasional desain analitik korelasional secara cross-sectional. Penelitian
dilakukan di UPT. Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jember pada
bulan September 2025 hingga April 2026 dengan total populasi sebanyak 60
petugas dan sampel sebanyak 52 responden secara simple random sampling. Dalam
penelitian ini, variabel dependen meliputi hipertensi dan variabel independen
meliputi kelelahan kerja, beban kerja, usia, waktu perjalanan, masa kerja, dan
pekerjaan sampingan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
pengukuran tekanan darah. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner SOFI (The Swedish Occupational Fatigue Inventory) dan tensimeter digital yang telah teruji
validitas dan reliabilitas. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara univariat
dan bivariat, analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square dan fisher exact.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas petugas mengalami hipertensi
(53,8%), kelelahan kerja sedang (51,9%), beban kerja sedang (86,5), usia 30 – 39
tahun (36,5%), waktu perjalanan lebih dari 30 menit (71,2%), masa kerja lebih dari
5 tahun (84,6%), dan memiliki pekerjaan sampingan (71,2%). Hasil analisis uji
statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja terhadap
kelelahan kerja (p = 0,705), waktu perjalanan terhadap kelelahan kerja (p = 0,458),
dan pekerjaan sampingan terhadap kelelahan kerja (p = 0,866). Kemudian, terdapat
hubungan antara beban kerja terhadap kelelahan kerja (p = 0,004), faktor usia
terhadap kejadian hipertensi (p = 0,018), dan kelelahan kerja terhadap kejadian
hipertensi (p = 0,013) pada petugas UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
Kabupaten Jember.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kelelahan
kerja dan usia terhadap hipertensi. Kemudian, terdapat hubungan antara beban kerja
terhadap kelelahan kerja. Namun, tidak terdapat hubungan antara waktu perjalanan,
pekerjaan sampingan, dan masa kerja terhadap kelelahan kerja. Saran peneliti
meliputi pengadaan divisi K3, melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap satu
bulan sekali, menyesuaikan jam kerja dan shift kerja dengan peraturan yang berlaku,
menambah petugas pemadam kebakaran yang terampil dan ahli, serta melengkapi
sarana dan prasarana kebakaran serta fasilitas untuk beristirahat.
Description
Validasi file repositori 8 Juni 2026_Magang SP (Tirta)_Firli
Approved by Teddy
