Dinamika Relasi Sosial Antar Lansia dalam Lingkungan Multikultural di Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) Ceria Kabupaten Bondowoso

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Latar belakang penelitian ini berawal dari fenomena meningkatnya jumlah lansia (aging population) di Indonesia yang mendorong pentingnya upaya peningkatan kualitas hidup dan keberfungsian sosial lansia. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), yang menjadi program pengembangan Bina Keluarga Lansia (BKL) oleh BKKBN yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Di Kabupaten Bondowoso, program ini diwujudkan melalui Selantang Ceria yang memiliki karakteristik multikultural karena siswa lansia berasal dari latar belakang etnis, agama, profesi, dan pendidikan yang beragam. Selain sebagai sarana pembelajaran, Selantang Ceria juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperlihatkan dinamika relasi sosial antar lansia. Melalui pertemuan rutin, interaksi antar siswa lansia berkembang secara bertahap mulai dari awal pertemuan, komunikasi sederhana, membangun kedekatan, hingga munculnya konflik dan upaya penanganan konflik. Rangkaian proses tersebut menunjukkan adanya dinamika relasi sosial yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika relasi sosial antar lansia dalam lingkungan multikultural di Selantang Ceria Kabupaten Bondowoso. Fokus penelitian adalah pada proses terbentuknya relasi sosial yaitu mulai dari perkembangan interaksi, penyesuaian terhadap keberagaman, serta konflik dan penanganannya dalam relasi sosial antar siswa lansia. Secara konseptual, penelitian menggunakan kajian dinamika, relasi sosial, lansia, multikultural, dan Human Service Organization (HSO) untuk memahami Selantang Ceria sebagai organisasi pelayanan sosial yang menyediakan layanan pembelajaran sekaligus ruang interaksi sosial bagi lansia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di Vihara Arya Maitreya Kabupaten Bondowoso yang menjadi kelas pembelajaran Selantang Ceria. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari sepuluh siswa lansia sebagai informan pokok dan tiga informan pendukung berupa pengawas, pembimbing, dan pemateri. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif dan terus terang, wawancara semi terstruktur, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi sosial antar lansia berkembang secara bertahap dan tidak terbentuk secara instan. Dinamika relasi sosial diawali dengan kontak awal antar siswa lansia. Tahapan selanjutnya, menyadari kesamaan kondisi sebagai lansia dan keberagaman lingkungan. Tahapan selanjutnya, penyesuaian diri dalam lingkungan multikultural melalui komunikasi dan sikap saling menghargai. Tahapan selanjutnya adalah terbentuknya relasi sosial yang berasal dari interaksi secara terus-menerus sehingga membentuk hubungan yang harmonis dan bersifat kekeluargaan. Penelitian juga menemukan adanya konflik berupa kesalahpahaman komunikasi dan perbedaan pendapat. Namun, para siswa lansia dapat menyesuaikan diri melalui upaya penyelesaian konflik dengan cara musyawarah, komunikasi terbuka, klarifikasi, dan sikap saling memaafkan sehingga konflik tidak berkembang menjadi pertentangan yang berkepanjangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keberagaman dalam lingkungan Selantang Ceria tidak menjadi penghambat dalam membangun relasi sosial antar lansia. Sebaliknya, lingkungan multikultural justru menjadi bagian dari dinamika yang memperkuat relasi sosial sehingga terjalin dengan harmonis, mendukung peningkatan kualitas hidup, dan keberfungsian sosial lansia. Dengan demikian, Selantang Ceria tidak hanya berperan sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang sosial bagi lansia untuk berinteraksi secara terus-menerus sehingga membentuk dinamika relasi sosial.

Description

Validasi file repositori 18 Juni 2026_Magang SP (Ulum)_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By