Pengembangan E-Modul IPA Berbasis Google Sites dan Virtual Laboratory untuk Meningkatkan Penguasaan HOTS dan Keterampilan Berpikir Komputasional Siswa SMP
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penguasaan Higher Order Thinking Skills (HOTS), dan keterampilan
Computational Thinking (CT) merupakan kompetensi penting bagi siswa dalam
menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, berbagai penelitian menunjukkan
bahwa siswa SMP masih mengalami kesulitan dalam ketiga aspek tersebut,
terutama pada kemampuan dekomposisi, abstraksi, dan algoritma. Hal ini
diperburuk oleh kurangnya inovasi media pembelajaran, minimnya latihan soal
berorientasi HOTS, serta rendahnya pemanfaatan teknologi seperti Google Sites dan
virtual laboratory dalam pembelajaran IPA. Padahal, berpikir komputasional dan
HOTS sangat diperlukan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah,
kreativitas, dan literasi digital siswa. Beberapa hasil penelitian terdahulu
menunjukkan bahwa e-modul berbasis Google Sites dan penggunaan virtual
laboratory efektif meningkatkan pemahaman konsep, kemandirian belajar, dan
keterampilan berpikir siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan
media pembelajaran digital yang lebih inovatif, relevan, dan sesuai perkembangan
kognitif siswa SMP.
Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti ingin mengembangan e-modul IPA
berbasis Google Sites dan virtual laboratory untuk meningkatkan penguasaan
HOTS serta keterampilan berpikir komputasional siswa SMP. Penelitian ini
bertujuan mengkaji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan e-modul yang
dikembangkan. Adapun manfaat penelitian mencakup peningkatan kemampuan
siswa dalam memecahkan masalah IPA, menjadi referensi bagi program studi dan
sekolah dalam pengembangan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, serta
membantu guru mengintegrasikan HOTS dan berpikir komputasional sesuai
tuntutan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat
mendukung terciptanya pembelajaran IPA yang lebih inovatif, bermakna, dan
relevan dengan kebutuhan perkembangan peserta didik di era digital.
vii
Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D)
dengan model Nieveen yang terdiri atas tiga tahap utama: penelitian pendahuluan,
pengembangan prototipe, dan penilaian produk. Prosedur penelitian dilakukan
secara bertahap mulai dari studi pendahuluan, penyusunan produk awal, validasi
ahli, uji coba terbatas, revisi, uji lapangan, revisi lanjutan, uji kelayakan, hingga
tahap diseminasi. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi,
angket, lembar validasi, serta tes pre-test dan post-test untuk mengukur penguasaan
HOTS dan keterampilan berpikir komputasional siswa.
Penelitian ini menggunakan instrumen e-modul, lembar aktivitas, tes
penguasaan HOTS, perencanaan pembelajaran, dan tes keterampilan berpikir
komputasional. Analisis data dilakukan melalui uji kevalidan, kepraktisan, dan
keefektifan produk. Validitas dinilai berdasarkan persentase hasil penilaian ahli,
kepraktisan diperoleh dari respon siswa, dan keefektifan dianalisis menggunakan
nilai N-gain hasil pre-test dan post-test sesuai kategori Hake (1998). Seluruh
tahapan ini bertujuan menghasilkan e-modul yang valid, praktis, dan efektif untuk
meningkatkan penguasaan HOTS serta keterampilan berpikir komputasional siswa
SMP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul sudah memenuhi kriteria
sangat valid, sangat praktis, dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
IPA di SMP. Validitas e-modul mencapai 98,04%, kepraktisan berdasarkan respon
siswa sebesar 90,22%, serta keefektifan peningkatan HOTS dengan N-gain 0,74 dan
keterampilan berpikir komputasional dengan N-gain 0,75, keduanya berada pada
kategori tinggi.
Dengan demikian e-modul IPA yang dikembangkan dinyatakan layak
digunakan karena telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas
dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran IPA di tingkat SMP. Selain itu,
efektivitas e-modul terlihat dari peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi
(HOTS) dengan nilai N-gain sebesar 0,74 yang berada pada kategori tinggi dan
peningkatan keterampilan berpikir komputasional peserta didik yang signifikan
dengan nilai N-gain sebesar 0,75 pada kategori tinggi.
Description
Reuploud file repositori 18 Mei 2026_Magang SP (Rabithah)_Firli
Approved by Teddy
