Optimasi Tween 80 dan Polietilen Glikol 400 Dalam Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Glibenklamid dengan Minyak Zaitun Sebagai Fase Minyak
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan
peningkatan kadar gula darah melebihi nilai normal. Tahun 2017, Indonesia
menempati posisi ke-6 negara dengan prevalensi penderita DM tertinggi di dunia
dengan jumlah 10.276.100 kasus (IDF, 2017). Obat golongan sulfonilurea
merupakan obat yang direkomendasikan sebagai farmakoterapi penyakit DM tipe
2. Glibenklamid merupakan salah satu obat golongan sulfonilurea generasi kedua
yang mempunyai durasi aksi yang panjang dan paling banyak diresepkan.
Menurut Biopharmaceutics Classification System (BCS), glibenklamid
diklasifikasikan dalam BCS kelas II karena memiliki sifat kelarutan yang rendah
tetapi memiliki permeabilitas yang tinggi Kelarutan yang buruk ini dapat
menyebabkan disolusi glibenklamid yang buruk, absorpsi yang bervariasi, dan
bioavailabilitas yang tidak dapat diprediksi. Potensi formulasi nanoemulsi dalam
bentuk SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System) dapat dilakukan
untuk mengatasi sifat glibenklamid yang kurang baik dengan cara diformulasikan
dengan ukuran partikel yang lebih kecil. Karena ukurannya yang relatif kecil,
SNEDDS memiliki efisiensi yang sangat baik dalam meningkatkan laju disolusi,
meningkatkan absorpsi oral, dan meningkatkan bioavailabilitas dari obat yang
kelarutannya buruk dalam air. Dua komponen penting dalam sediaan SNEDDS adalah surfaktan dan
kosurfaktan. Surfaktan dan kosurfaktan berguna menurunkan tegangan muka
antara dua komponen yang tidak saling campur, yaitu antara minyak dan air pada
saat proses pembentukan emulsi. Surfaktan dan kosurfaktan yang terpilih dalam
penelitian ini yaitu tween 80 dan PEG 400. Tween 80 yang bersifat non-ionik dan
memiliki HLB tinggi merupakan surfaktan yang paling banyak digunakan dan
dianjurkan penggunaannya pada desain self-emulsifying karena memberikan
kinerja yang baik. PEG 400 membantu menurunkan tegangan muka lebih
maksimal mendekati nol sehingga dapat diperoleh nanoemulsi yang stabil.
Tujuan penelitian ini untuk mengoptimasi pengaruh proporsi tween 80 dan
PEG 400 dalam formulasi sediaan SNEDDS glibenklamid serta responnya
terhadap transmitan dan waktu emulsifikasi. Penelitian ini menggunakan metode
simplex lattice design yang akan menghasilkan formula optimum dan selanjutnya
dilakukan uji verifikasi dan karakterisasi yang meliputi organoleptis, pH, ukuran
partikel, distribusi partikel, zeta potential, serta stabilitas. Transmitan merupakan
salah satu karakteristik SNEDDS yang perlu dievaluasi untuk memprediksi
ukuran droplet emulsi yang terbentuk. Waktu emulsifikasi merupakan estimasi
waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh gambaran kemudahan SNEDDS
membentuk nanoemulsi dalam cairan lambung yang disimulasikan melalui agitasi
ringan emulsi saat berada dalam tubuh.
Hasil penelitian menunjukkan bawah peningkatan tween 80 dan PEG 400
akan memberikan peningkatan nilai transmitan dan waktu emulsifikasi, serta tidak
ada pengaruh interaksi antara tween 80 dan PEG 400 terhadap nilai transmitan
dan waktu emulsifikasi. Tween 80 berpengaruh lebih besar dalam meningkatkan
transmitan dan waktu emulsifikasi dibandingkan dengan PEG 400. Formula
optimum SNEDDS glibenklamid terdiri atas 80,5% tween 80 dan 9,5% PEG 400
dengan prediksi nilai transmitan 98,793% dan waktu emulsifikasi 71,4585 detik.
Formula optimum SNEDDS glibenklamid memiliki tampilan warna kuning,
jernih dan transparan; memiliki aroma khas tween 80; memiliki pH 6,627 ± 0,065;
ukuran partikel sebesar 11,1 nm ± 7,2 nm; distribusi partikel monodispers
dengan indeks polidispersitas sebesar 0,345; zeta potential sebesar -54,7 mV.
Pada uji stabilitas, formula optimum SNEDDS glibenklamid stabil, tidak
mengalami pemisahan fase, pengendapan, creaming, dan cracking, selain itu
respon transmitan dan pH sebelum dan sesudah uji stabilitas tidak mengalami
perbedaan yang signifikan.
Description
Reupload Repositori File 19 Mei 2026_Kholif Basri
Approved by Teddy
