Analisis Metakognisi Peserta Didik dalam Memecahkan Masalah Geometri Ditinjau dari Epistemic Curiosity
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metakognisi peserta
didik dalam memecahkan masalah geometri ditinjau dari epistemic curiosity.
Matematika memegang peran penting dalam membentuk proses berpikir dan
pengembangan metakognisi siswa. Pembelajaran ini relevan dengan kemandirian
hidup sehari-hari sekaligus menjadi sarana melatih berpikir logis, kritis, dan
pemahaman konsep. Selain menjadi penentu dalam pengembangan kurikulum,
matematika melatih kemampuan spasial dan hubungan antar objek. Geometri yang
berfokus pada sifat spasial, secara signifikan meningkatkan penalaran dan
kemampuan pemecahan masalah. Namun, banyak siswa kesulitan karena materi ini
menuntut keterampilan pemodelan visual, logika, dan abstraksi. Berbagai
penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep dan strategi penyelesaian
masalah geometri siswa masih rendah dan dipengaruhi oleh tingkat kemampuan
berpikir mereka. Kondisi ini mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang
melibatkan kesadaran berpikir melalui proses metakognisi.
Pemecahan masalah geometri memerlukan proses metakognisi untuk
membantu siswa mengenali strategi, menghindari kesalahan, dan merefleksikan
proses berpikir. Kesadaran metakognitif memungkinkan siswa belajar lebih
terstruktur, efektif, serta mampu mengevaluasi pendekatan yang digunakan.
Meskipun metakognisi terbukti berpengaruh positif terhadap keberhasilan
pemecahan masalah, efektivitasnya dalam berpikir juga dipengaruhi oleh faktor
psikologis seperti epistemic curiosity Epistemic curiosity (EC) mendorong siswa
untuk mengeksplorasi dan memahami masalah lebih dalam, sejalan dengan
kemampuan merencanakan dan mengevaluasi dalam metakognisi. Siswa dengan
EC tinggi cenderung memiliki variasi penyelesaian soal yang lebih baik. Proses
pemecahan masalah pun dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa. Hal ini
menegaskan bahwa EC bukan sekadar rasa ingin tahu, melainkan pendorong utama
agar siswa menggunakan metakognisi secara efektif dalam menyelesaikan soal
geometri yang menuntut penalaran logis.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Penelitian deskriptif digunakan karena penelitian ini menggambarkan
atau menjelaskan variabel yang diteliti, yaitu epistemic curiosity dan Metakognisi.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata yang disajikan dalam kalimat atau
non-numerik.
Description
Reuploud Repository 18 Mei-agus
Validasi file repositori 8 Juni 2026_Dea_Firli
