Pengaruh Pelatihan dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening pada Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Perkembangan zaman yang modern membuat semakin banyaknya penduduk
di Indonesia mengenal dan terlibat dalam sektor perbankan baik yang konvensional
maupun syariah. Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep sebagai bank syariah
memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun
terdapat masalah dalam efektivitas pelatihan dan kompensasi yang memengaruhi
motivasi dan kinerja karyawan. Berdasarkan fenomena tersebut penelitian ini
bertujuan menguji pengaruh pelatihan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan
dengan motivasi sebagai variabel intervening.
Populasi penelitian terdiri dari 128 karyawan di kantor pusat BPRS Bhakti
Sumekar. Sampel penelitian diambil menggunakan purposive sampling dengan
kriteria karyawan bagian back office dan bekerja lebih dari dua tahun. Metode
penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis Partial Least Square
(PLS) melalui SmartPLS 4.0. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan
studi pustaka.
Temuan awal dari penelitian di Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep
mengungkapkan sejumlah permasalahan dalam implementasi pelatihan dan
kompensasi. 12 program pelatihan telah dilaksanakan pada tahun 2023, 40% di
antaranya dilakukan secara online. Pelatihan online dianggap kurang efektif karena
kurangnya interaksi antara mentor dan peserta, serta keterbatasan dalam
memberikan umpan balik yang cepat dan mendalam. Beberapa karyawan juga
melaporkan kesulitan dalam memahami materi pelatihan dan cenderung merasa
kurang termotivasi saat mengikuti sesi daring.
Di sisi kompensasi gaji karyawan dibayarkan tepat waktu, ada masalah teknis
seperti gangguan server ATM yang menyebabkan keterlambatan akses terhadap
gaji. Selain itu beberapa karyawan merasa bahwa besaran gaji tidak sebanding
dengan beban kerja mereka, yang berpotensi menurunkan motivasi dan
produktivitas. Tunjangan dan insentif yang diterima juga dinilai belum sepenuhnya
memuaskan kebutuhan karyawan.
Motivasi karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk hubungan
kerja dan penghargaan. Hubungan antara manajemen dan karyawan umumnya baik,
ditandai dengan komunikasi terbuka dan dukungan atasan dalam menyelesaikan
tugas. Namun, penghargaan atas pencapaian karyawan dinilai kurang memadai.
Beberapa karyawan merasa bahwa upaya dan pencapaian mereka tidak mendapat
pengakuan yang layak yang menurunkan semangat dan kebanggaan atas pekerjaan.
Masalah-masalah ini menunjukkan bahwa pelatihan dan kompensasi telah
diberikan, belum semuanya berhasil meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan
secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih
lanjut pengaruh pelatihan dan kompensasi terhadap kinerja, dengan
mempertimbangkan motivasi sebagai variabel intervening.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan 1) Pelatihan berpengaruh
signifikan terhadap motivasi karyawan BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, 2)
Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi karyawan BPRS Bhakti
Sumekar Sumenep, 3) Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, 4) Kompensasi tidak berpengaruh signifikan
terhadap kinerja karyawan BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, 5) Motivasi
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan BPRS Bhakti Sumekar Sumenep
6) Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melalui motivasi
karyawan di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, 7) Kompensasi berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan melalui motivasi karyawan BPRS Bhakti
Sumekar Sumenep.
Description
Repo 10 Juni 2026_ Rudy K
