Mitigasi Risiko Green Supply Chains Management Kopi Argopuro Menggunakan Fuzzy FMEA (Studi Kasus: Kelompok Tani Santoso Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Potensi kopi rakyat di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi sangat besar. Melihat luas areal perkebunan kopi di Sukorambi adalah 296,00 ha dengan luas areal tanaman menghasilkan 155,20 ha serta produktivitas tanaman rata-rata 800,00 kwintal/ha dengan produksi sebesar 124,16 kwintal (BPS, 2015). Hal ini perlu didukung dengan system berkelanjutan karena keberhasilan upaya keberlanjutan agroindustry kopi tergantung pada kolaborasi dengan anggota rantai pasok. Manajemen rantai pasok hijau atau green supply chain management (GSCM) telah berkontribusi pada implementasi eko-efisiensi yang efektif. Oleh karena itu perlu upaya mitigasi risiko rantai pasok hijau kopi Argopuro. Metode yang dapat digunakan dalam menganalisis risiko rantai pasok kopi robusta adalah Fuzzy Failure Mode Effect and Analysis (FMEA). Metode Fuzzy FMEA dapat dipergunakan dalam mengevaluasi kegagalan yang terjadi dalam suatu system. Hasil identifikasi rantai pasok kopi Robusta Argopuro di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi terdapat 21 risiko kegagalan Pada variable petani yang masuk kategori kritis adalah aktivitas menyiangi gulma, pemangkasan tanaman kopi, pengendalian hama terpadu, penyiraman tanaman kopi, pemanenan buah dan pendistribusian. Pada variable pengolah semua aktivitas masuk dalam kategori kritis yaitu sortasi buah, pengeringan, pengupasan, pengemasan dan pendistribusian. Aksi rekomendasi untuk meminimasi risiko harus memperhatikan sumber daya manusia yang kompeten, perawatan sumber daya alam yang baik dan penggunaan kendaraan yang efisien.

Description

Reupload File Repository 9 Juni 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By