Hubungan Paparan Pestisida dengan Gangguan Neurologis pada Petani Padi di Desa Suren Ledokombo Kabupaten Jember
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Gangguan neurologis adalah gangguan pada sistem saraf yang
mengakibatkan sistem saraf tidak bisa berfungsi dengan semestinya. Gangguan
neurologis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain usia, status gizi,
konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, riwayat penyakit, dan paparan bahan kimia.
Pestisida merupakan salah satu bahan kimia penyebab gangguan neurologis,
bahkan dalam jangka panjang diketahui dapat menimbulkan penyakit Alzheimer.
Pestisida sering kali digunakan petani untuk membasmi hama tanaman sehingga
risiko gangguan neurologis pada petani cukup tinggi. Studi pendahuluan pada
petani padi di Desa Suren menunjukkan bahwa 25 dari 30 (83,3%) petani memiliki
gejala neurologis, seperti kelemahan otot, gangguan memori, dan penurunan
konsentrasi. Petani padi di Desa Suren umumnya menggunakan pestisida untuk
membasmi jamur (fungisida) dan serangga (insektisida) pada padi. Pestisida yang
digunakan diketahui bergolongan karbamat, piretroid, atau neonikotinoid, yang
memiliki tingkat toksisitas sedang. Berdasarkan keadaan tersebut, peneliti tertarik
untuk mengkaji hubungan antara paparan pestisida dengan gangguan neurologis
pada petani padi di Desa Suren.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik observasional
dan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025.
Populasi penelitian ini adalah 743 petani padi di Desa Suren dengan sampel 86
responden yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan
data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara
dilakukan dengan menggunakan kuesioner penelitian yang memuat pertanyaan
terkait karakteristik individu, frekuensi penyemprotan, lama penyemprotan, dan gangguan neurologis pada responden. Observasi dilakukan dengan menggunakan
lembar observasi untuk melihat golongan dan dosis pestisida, cara penyemprotan,
serta penggunan APD oleh responden. Dokumentasi dilakukan selama proses
pengambilan data. Analisis data penelitian ini menggunakan uji chi-square dan
fisher exact test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden pada rentang usia
45-55 tahun, memiliki kebiasaan merokok > 11 batang perhari, dan memiliki masa
kerja > 5 tahun. Sebagian besar responden menggunakan pestisida bergolongan
piretroid dengan dosis yang tidak sesuai. Penyemprotan dilakukan sebanyak 1-2
kali per bulan dengan durasi 1-2 jam dan melawan arah angin. Sebanyak 73
responden (83,4%) menggunakan APD secara tidak lengkap. APD yang jarang
digunakan oleh responden adalah kacamata, sarung tangan, sepatu, dan masker.
Sebanyak 48 responden (55,8%) terindikasi memiliki gejala neurologis dengan
gejala paling banyak adalah lelah berlebihan dan sering merasa tidak sehat.
Berdasarkan hasil uji chi-square dan fisher exact test diketahui bahwa faktor yang
berhubungan dengan gangguan neurologis adalah masa kerja (p value = 0,009) dan
frekuensi penyemprotan (p value = 0,012). Faktor yang tidak berhubungan dengan
gangguan neurologis dalam penelitian ini adalah golongan pestisida (p value =
0,050), dosis pestisida (p value = 0,695), lama penyemprotan (p value = 0,724),
cara penyemprotan (p value = 0,744), dan penggunaan APD (p value = 0,447).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan
antara masa kerja dan frekuensi penyemprotan pestisida dengan gangguan
neurologis pada petani padi di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten
Jember. Saran penelitian ini adalah diharapkan petani dapat menggunakan pestisida
secara bijak sesuai dengan petunjuk penggunaan pada label kemasan pestisida serta
menggunakan APD dengan baik dan tepat. Selain itu, pengkajian ulang secara
objektif perlu dilakukan agar hasil yang didapat lebih akurat.
Description
Reuploud file repositori 19 Mei 2026_(Saffa)_Firli
Approved by Teddy
