Tingkat Ketimpagan Pedapatan pada Usahatani Padi di Desa Sukoharjo Keecamatan Plemahan Kabupaten Kediri

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Sektor pertanian merupakan penyedia lapangan kerja utama di Indonesia dengan kontribusi penyerapan tenaga kerja sebesar 27,33%, di mana padi menjadi komoditas pangan strategis yang paling banyak dibudidayakan. Jawa Timur, khususnya Kabupaten Kediri, secara konsisten menjadi kontributor produksi padi. Desa Sukoharjo di Kecamatan Plemahan merupakan salah satu sentra produksi dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani padi. Namun, berdasarkan data SDG’s Desa 2024, Desa Sukoharjo memiliki skor rendah (33,34) pada pilar "desa tanpa kesenjangan", yang mengindikasikan adanya ketimpangan ekonomi pertanian. Ketimpangan ini diduga dipengaruhi oleh perbedaan penguasaan sumber daya produktif seperti luas lahan, serta faktor-faktor eksternal seperti harga jual dan adopsi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketimpangan pendapatan dan faktor-faktor dan menganalisis faktor-faktor (luas lahan, harga jual, pengalaman, dan teknologi) yang memengaruhi pendapatan para petani guna memberikan pemerataan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan lokasi penelitian di Desa Sukoharjo yang ditentukan secara sengaja (purposive sampling). Responden dalam penelitian ini sebanyak 50 petani padi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Koefisien Gini, Kurva Lorenz, dan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani padi di Desa Sukoharjo adalah sebesar Rp 13.896.769 per musim tanam , dengan tingkat ketimpangan pendapatan antar petani berada pada kategori sedang atau moderat dengan nilai Gini Ratio sebesar 0,375. Hal ini diperkuat oleh visualisasi Kurva Lorenz yang menunjukkan bahwa 50% populasi petani hanya menguasai sekitar 22% dari total pendapatan usahatani. Berdasarkan analisis statistik, secara simultan variabel luas lahan, harga jual, pengalaman, dan penggunaan combine harvester berpengaruh signifikan terhadap pendapatan , namun secara parsial hanya luas lahan dan harga jual yang berpengaruh positif dan signifikan , sedangkan pengalaman bertani serta penggunaan combine harvester hanya berpengaruh poositif tetapi tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik.

Description

Reupload file repositori 09 Mei 2026_Maya FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 15

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By