Pengembangan Media Pembelajaran Pop Up Book Berbantuan Teknologi pada Materi Bilangan Bulat Berdasarkan Jenis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan suatu istilah yang merujuk
pada kondisi anak yang mengalami gangguan baik itu secara fisik (tunanetra,
tunadaksa) maupun mental (tunagrahita). Seperti anak normal pada umumnya, anak
dengan kebutuhan khusus juga mempelajari ilmu matematika di sekolah dan salah
satu materi yang dipelajari adalah bilangan bulat. Bilangan bulat sendiri sangat
penting dipelajari bagi peserta didik karena merupakan materi dasar yang kaitannya
sangat erat dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi di SLB-C
TPA Jember diperoleh informasi bahwa terdapat beberapa jenis ABK khususnya
pada kelas XI yang belajar secara bersama-sama (tunagrahita, tunadaksa,
tunanetra). Saat mengajarkan materi bilangan bulat guru menggunakan metode
ekspositori yang mana metode ini memiliki kekurangan yaitu dapat membuat
peserta didik menjadi pendengar pasif dan dapat membuat peserta didik mudah
bosan. Salah satu cara untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah menggunakan
media pembelajaran yang bersifat konkrit seperti Pop Up Book. Anak-anak dengan
kebutuhan khusus akan lebih mudah memahami konsep abstrak dengan
menggunakan media pembelajaran yang bersifat konkrit. Selain itu, di era
transformasi digital pengguaan media pembelajaran yang diintegrasikan dengan
teknologi dapat memiliki dampak yang baik bagi ABK seperti meningkatkan
kemandirian, mempermudah akses, dan mendukung pembelajaran multisensori.
Namun berdasarkan hasil wawancara dengan guru, diperoleh informasi bahwa
jumlah media pembelajaran di sekolah tersebut terbatas jumlahnya. Berdasarkan
pemaparan tersebut, diperlukan adanya pengembangan media pembelajaran pop up
book berbantuan teknologi pada materi bilangan bulat yang dibuat berdasarkan
jenis ABK (tunagrahita, tuandaksa, tunanetra). Adapun teknologi yang terdapat di
dalam media meliputi audio yang dapat diakses menggunakan Google Drive dan
kuis interaktif melalui platform Quizizz.
Penelitian ini memiliki tujuan: 1) mendeskripsikan proses pengembangan
media pembelajaran Pop Up Book berdasarkan jenis ABK yang valid, praktis, dan
efektif. 2) mendeskripsikan hasil pengembangan media pembelajaran Pop Up Book
berdasarkan jenis ABK yang valid, praktis, dan efektif. Proses pengembangan
media pembelajaran menggunakan model 4-D yang dimodifikasi pada tahap
disseminate. Idealnya tahap disseminate dilakukan sampai dengan penyebarana
media pembelajaran ke sekolah lain hingga mendapatkan review mengenai
kepraktisan media pembelajaran saat digunakan. Namun pada penelitian ini, tahap
disseminate dilaksanakan tanpa menunggu review dari pihak sekolah dikarenakan
keterbatasan waktu penelitian. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu lembar validasi, angket respon pengguna, pedoman wawancara, dan tes
hasil belajar. Hasil dari uji coba di kelas XI menunjukkan bahwa media
pembelajaran yang telah dikembangkan berdasarkan jenis ABK telah memenuhi
kategori valid, praktis, dan efektif. Koefisien validitas dari media pembelajaran
untuk peserta didik tunagrahita, tunadaksa, dan tunanetra (low vision) secara
berturut-turut adalah 3,67; 3,69; dan 3,54. Selain itu, berdasarkan uji coba juga
diperoleh persentase hasil angket respon peserta didik dan guru secara berturutturut yaitu 80,25% dan 80,75% dengan kategori baik. Setelah pengerjaan Tes Hasil
Belajar (THB), diperoleh persentase ketuntasan peserta didik sebesar 100% yang
menunjukkan media pembelajaran telah memenuhi kriteria efektif.
Media pembelajaran yang telah memenuhi kategori valid, praktis, dan efektif
kemudian disebarluaskan dalam tahap penyebaran (disseminate). Kegiatan
penyebaran ini bertujuan untuk memperoleh pandangan dari pengguna lain saat
menggunakan media pembelajaran. Adapun media pembelajaran disebarkan ke
SLB Negeri Jember.
Description
Reuploud Repository hasyim Juni 2026
