Studi Deskriptif: Nomophobia pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter di Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan smartphone, telah
membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kalangan
mahasiswa. Smartphone tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi
juga sebagai sarana pembelajaran, pencarian informasi, dan hiburan. Intensitas
penggunaan smartphone yang tinggi dapat memunculkan kondisi psikologis
berupa nomophobia, yaitu kecemasan yang dirasakan individu ketika tidak dapat
mengakses atau menggunakan smartphone. Mahasiswa Program Studi Pendidikan
Dokter merupakan kelompok yang berpotensi mengalami nomophobia karena
memiliki tuntutan akademik yang tinggi, jadwal belajar yang padat, serta
kebutuhan komunikasi yang intensif dalam kegiatan akademik maupun sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai tingkat
nomophobia pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas
Jember serta mengidentifikasi karakteristik sosiodemografi yang berkaitan dengan
tingkat nomophobia.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif
dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada mahasiswa aktif
Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jember dengan jumlah sampel
sebanyak 202 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
proportionate stratified–quota sampling untuk memastikan keterwakilan
responden dari setiap angkatan. Pengumpulan data dilakukan secara daring
menggunakan kuesioner Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) yang terdiri dari
20 item dan 4 dimensi, dengan Cronbach’s Alpha 0,945. Selain itu, kuesioner juga
memuat data karakteristik sosiodemografi responden, seperti jenis kelamin, tahun
masuk, tempat tinggal, durasi tidur, indeks prestasi kumulatif, serta pola
penggunaan smartphone. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara
deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, serta
tabulasi silang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Mahasiswa Program
Studi Pendidikan Dokter di Universitas Jember mengalami nomophobia pada
tingkat sedang (59,4%), diikuti ringan (26,2%) dan berat (14,4%), Secara
deskriptif, dominasi kategori sedang terlihat pada mahasiswa perempuan (63,9%),
mahasiswa yang tinggal di kos atau kontrakan (63,7%), responden dengan durasi
tidur 7–9 jam (64,6%), mahasiswa angkatan 2022 (63,2%), mahasiswa dengan
IPK 2,76–3,00 (68,4%), serta mahasiswa dengan durasi penggunaan smartphone
kurang dari 7,87 jam per hari (59,8%). Penggunaan smartphone oleh mahasiswa
paling banyak ditujukan untuk keperluan komunikasi (95,5%), diikuti aktivitas
media sosial (93,6%), kegiatan akademik (91,6%), dan hiburan (87,6%). Aplikasi
yang paling sering digunakan adalah WhatsApp (92,6%), disusul oleh Instagram
(72,8%), TikTok (64,9%), dan YouTube (56,4%). Namun, di antara karakteristik
sosiodemografi yang diteliti hanya jenis tempat tinggal yang menunjukkan
hubungan signifikan dengan tingkat nomophobia (p = 0,001).
Mayoritas Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter di Universitas
Jember mengalami nomophobia sedang, dengan penggunaan smartphone dominan
untuk komunikasi, media sosial, akademik, dan hiburan, serta keempat
dimensinya berada pada level sedang. Lingkungan tempat tinggal terbukti
berpengaruh signifikan terhadap tingkat nomophobia. Terkait dengan temuan
tersebut, mahasiswa program studi pendidikan dokter dianjurkan untuk tetap
menggunakan smartphone secara bijak, mengatur waktu penggunaan, dan
memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan akademik tanpa mengganggu
kesehatan dan keseimbangan kehidupan sehari-hari.
Description
Reuploud file repositori 18 Mei 2026_Firli
Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 15 Juni 2026
