Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Fraktur melalui Media Sosial terhadap Pengetahuan Siswa SMA Negeri 4 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Fraktur menjadi salah satu kondisi gawat darurat yang membutuhkan
pertolongan segera. Fraktur apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat,
maka dapat menimbulkan cedera yang lebih berat pada penderitanya. Sebelum
menunggu bantuan medis tiba, perawatan darurat kepada individu yang terluka
penting dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan nyawa korban
bersangkutan, mencegah komplikasi lebih lanjut, dan membantu proses pemulihan.
Kurangnya pemahaman masyarakat dalam membantu korban seringkali
menimbulkan kerugian daripada kebaikan. Hasil Riskesdas RI tahun 2015,
menunjukan terdapat 1.170 orang (8,5%) yang mengalami fraktur dari 20.829 kasus
kecelakaan lalu lintas. SMA Negeri 4 Jember yang berada di jalur padat lalu lintas,
menyebabkan sekolah ini beresiko tinggi terpapar kondisi kegawatdaruratan
termasuk fraktur. Kondisi permasalahan tersebut menunjukkan perlunya pendidikan
kesehatan yang partisipatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam
menghadapi situasi kegawatdaruratan. Salah satu modifikasi pendidikan kesehatan
yang menarik di era saat ini adalah dengan memanfaatkan teknologi, salah satunya
adalah media sosial. Media sosial menjadi salah satu alat penting yang dapat
digunakan dalam menyebarkan pengetahuan, serta meningkatkan kesadaran dan
kebiasaan kesehatan dengan berbagai kemudahan dan fiturnya yang menarik. Oleh
karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi
pertolongan pertama fraktur melalui media sosial terhadap pengetahuan siswa SMA
Negeri 4 Jember.
Penelitian ini menggunakan quasi-experiment design dengan non equivalent
control group, dimana penelitian dilakukan pada kelompok intervensi dan kontrol
berdasarkan kelas yang sudah ada (tidak random). Populasi penelitian ini adalah
siswa SMAN 4 Jember yang berjumlah 950 siswa. Teknik sampling yang
digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling. Besaran sampel dihitung
dengan perhitungan analisis Gpower berdasarkan perkiraan effect size, tingkat
signifikansi (α), dan power yang diinginkan. Sampel yang kemudian digunakan
dalam penelitian ini berjumlah 128 siswa disesuaikan dengan kriteria inklusi dan
eksklusi, dengan masing-masing kelompok intervensi dan kontrol berjumlah 64
siswa. Proses edukasi yang dilaksanakan yaitu dengan memposting konten berupa
feed dan reels instagram. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan
kuisioner pengetahuan pertolongan pertama fraktur dari peneliti sebelumnya yang
telah terbukti valid dan reliabel. Analisa data dilakukan menggunakan Uji
Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan intra-kelompok sebelum dan sesudah
pemberian intervensi, serta Uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan inter
kelompok setelah pemberian intervensi.
Hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan
sesudah intervensi pada kelompok intervensi dengan p-value 0,000 (< 0,05) setelah
dilakukan Uji Wilcoxon. Hal tersebut ditandai dengan mayoritas kelompok
intervensi yang mengalami peningkatan pengetahuan terkait pertolongan pertama
fraktur setelah diberikan edukasi. Berbeda pada kelompok kontrol yang
menunjukkan tidak ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah
penelitian dengan p-value 0,551 (> 0,05) setelah dilakukan Uji Wilcoxon. Hal
tersebut ditandai dengan mayoritas kelompok yang tidak mengalami peningkatan
pengetahuan pertolongan pertama fraktur. Hasil penelitian juga menunjukkan
terdapat pengaruh edukasi pertolongan pertama fraktur melalui media sosial
ditandai dengan nilai p-value 0,000 (< 0,05) setelah dilakukan Uji Mann-whitney.
Kesimpulan dalam penelitian ini yakni adanya peningkatan pengetahuan
secara signifikan pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol
tidak terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan. Hasil akhir pengetahuan
pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol didapatkan adanya perbedaan
pengetahuan, maka dari itu hipotesis alternatif (ha) dapat diterima karena terdapat
pengaruh edukasi melalui media sosial terhadap pengetahuan pertolongan pertama
fraktur dengan nilai p-value < 0,05.
Description
Reupload Repositori File 08 Juni 2026_Kholif Basri
