Hubungan Dukungan Sosial Dengan Depresi Pada Orang Dengan HIV (ODHIV) Di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tidak hanya berdampak pada
kondisi fisik, tetapi juga menimbulkan berbagai permasalahan psikologis yang
kompleks. Orang dengan HIV (ODHIV) kerap menghadapi stigma, diskriminasi,
serta perubahan peran sosial yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis,
salah satunya berupa depresi. Depresi pada ODHIV berpotensi menurunkan
kualitas hidup, kepatuhan terhadap pengobatan, serta memperburuk kondisi
kesehatan secara keseluruhan. Dalam konteks tersebut, dukungan sosial dipandang
sebagai salah satu faktor protektif yang penting karena dapat membantu individu
dalam menghadapi stres, meningkatkan mekanisme koping, serta memberikan rasa
diterima dan dihargai. Namun demikian tingkat dukungan sosial yang diterima
ODHIV masih bervariasi dan belum sepenuhnya dipahami hubungannya dengan
kondisi depresi, khususnya di Kabupaten Jember. Oleh karena itu, penelitian ini
dilakukan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan depresi
pada ODHIV di Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 112 responden
ODHIV yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini
adalah ODHIV di Kabupaten Jember yang telah memenuhi kriteria inklusi.
Instrumen yang digunakan ialah instrumen data demografi, Multidimensional Scale
of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial, dan
Centre for Epidemiologic Studies Depression Scale Revised-60 (CESD-R-60) untuk
menilai gejala depresi pada ODHIV. Data yang diperoleh selanjutnya akan
dilakukan analisis univariat untuk distribusi frekuensi karakteristik demografi,
tingkat dukungan sosial, dan gejala depresi. Sedangkan analisis bivariat dilakukan
dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank untuk menghubungkan kedua
variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ODHIV minimal 20 tahun dan
maksimal 75 tahun dengan rata-rata usia 39,95 tahun, jenis kelamin perempuan
sebanyak 57 orang (50,90%), status pernikahan telah menikah sebanyak 65 orang
(58,04%), status pekerjaan bekerja sebanyak 86 orang (76,80%), tingkat
pendidikan terakhir SD sebanyak 45 orang (40,20%), agama yang dianut yaitu
Islam sebanyak 111 orang (99,10%), pendapatan kurang dari UMR sebanyak 93
orang (83%), orientasi seksual heteroseksual sebanyak 80 orang (71,40%), lama
terdiagnosa HIV selama 1 – 5 tahun sebanyak 65 orang (58%), status pengobatan
mengonsumsi ARV sebanyak 110 orang (98,20%), telah mengonsumsi ARV selama
1 – 5 tahun sebanyak 64 orang (57,10%), telah melakukan tes viral load sebanyak
86 orang (76,80%), dan hasil tes viral load tidak terdeteksi sebanyak 90 orang
(80,40%). Untuk variabel dukungan sosial didapatkan nilai rata-rata 70,96, standar
deviasi ±12,726, dengan nilai minimal-maksimal yaitu 24 – 84, sedangkan variabel
depresi didapatkan nilai rata-rata 4,68, standar deviasi ±8,291, dengan nilai
minimal-maksimal yaitu 0 – 49. Berdasarkan uji korelasi Spearman Rank
didapatkan bahwa adanya hubungan antara dukungan sosial dengan depresi pada
ODHIV di Kabupaten Jember, dengan p-value 0,001 (p-value < 0,05) dengan arah
hubungan negatif dan kekuatan korelasi rendah (r = -0,381).
Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa dukungan sosial memiliki
peran penting dalam kondisi kesehatan mental ODHIV. Penguatan dukungan sosial
dari keluarga, teman, dan orang terdekat lainnya perlu menjadi bagian dari integral
dalam pelayanan dan pendampingan ODHIV guna membantu menurunkan risiko
depresi dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Description
Reuploud file repositori 19 Mei 2026_(Saffa)_Firli
Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 15 Juni 2026
