Screening dan Desain Stimulasi Sumur X Sebagai Upaya Peningkatan Produksi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Sumur X adalah sumur yang memprodukskan minyak dan memiliki nilai permeabilitas yang sangat kecil yaitu sebesar 1 mD dengan formasi berupa sandstone. Sumur tersebut tetap berproduksi dengan menggunakan bantuan artificial lift jenis gas lift. Akan tetapi, produksi pada sumur masih relatif rendah, sehingga dilakukan stimulasi pada sumur tersebut untuk meningkatkan produksi. Metode screening stimulasi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan parameter permeabilitas dan porositas sumur untuk mengetahui teknik stimulasi yang tepat. Berdasarkan hasil screening, metode stimulasi yang tepat untuk diterapkan pada Sumur X yaitu hydraulic fracturing dengan long fracture. Desain hydraulic fracturing dilakukan dengan menggunakan FracCADE 7.0, meliputi desain fluida perekah, proppant, geometri rekahan, volume fluida perekah, dan laju pemompaan. Skenario 1 memiliki panjang rekahan 302,5 ft, konduktivitas rekahan 2933 mD.ft, dengan laju produksi 242,1349 STB/d, skin setelah stimulasi sebesar -5, dan NPV serta POT sebesar $526287,5528 dan 2 tahun. Skenario 2 memiliki panjang rekahan 502,5 ft, konduktivitas rekahan 5602 mD.ft, dengan laju produksi 242,1348 STB/d, skin setelah stimulasi sebesar -6, dan NPV serta POT sebesar $526287,3355 dan 2 tahun. Skenario 3 memiliki panjang rekahan 103,5 ft, konduktivitas rekahan 1973 mD.ft, dengan laju produksi 241,961 STB/d, skin setelah stimulasi sebesar -4, dan NPV serta POT sebesar $525909,5751 dan 2 tahun. Desain skenario 1 dan 2 memiliki nilai laju alir yang paling tinggi dan bernilai hampir sama dengan peningkatan produksi sebesar 20,14 kali. Namun, skenario 2 membutuhkan jumlah fluida perekah dan konsentrasi proppant yang jauh lebih tinggi daripada skenario 1, sehingga biaya yang dikeluarkan juga akan tinggi. Selain itu, volume fluida perekah dan konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan rekahan menyebar lebih jauh dari area yang direncanakan. Berdasarkan perhitungan keekonomian dengan parameter NPV dan POT, dapat diketahui bahwa setiap skenario memiliki nilai POT yang relatif sama yaitu selama 2,35 tahun pada skenario 1 dan 2, serta selama 2,36 tahun pada skenario 3. Skenario 1 dan 2 memiliki nilai NPV yang tinggi daripada skenario 3, namun skenario 1 memiliki nilai NPV yang lebih tinggi daripada skenario 2. Oleh karena itu, skenario 1 dipilih untuk diterapkan pada Sumur X.

Description

reupload 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By