Pemanfaatan Minyak Atsiri Tangkai Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) Sebagai Larvasida Aedes aegypti

Abstract

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit yang paling banyak ditemukan di negara beriklim tropis dan hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Data WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2024 menunjukkan angka kasus demam berdarah di Indonesia masih tinggi. Penanganan penyakit ini bergantung pada terapi medis serta upaya pencegahan dan pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti melalui metode fisik, metode kimia, dan metode biologis. Masyarakat Indonesia lebih sering menerapkan metode kimia dengan penggunaan larvasida buatan yaitu temephos yang mana memiliki dampak negatif seperti pencemaran lingkungan dan resistensi larva. Oleh karena itu, pengendalian vektor dapat difokuskan pada pengembangan larvasida nabati yang berasal dari bahan-bahan aman, mudah diperoleh, dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Pengembangan larvasida alami dapat memanfaatkan tanaman, rempah-rempah, bahkan limbah dari hasil perkebunan yang mudah ditemukan di Indonesia, salah satunya yaitu tangkai bunga cengkeh (Syzygium aromaticum). Tangkai bunga cengkeh mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, tannin, eugenol, β-caryophyllene dan α-humulene. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jumlah kematian larva Aedes aegypti pada larvasida minyak atsiri tangkai bunga cengkeh konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, dan 125 ppm selama waktu pengamatan 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, dan 24 jam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain true-experimental menggunakan model post-test only control group. Sampel pada penelitian ini adalah larva Aedes aegypti instar III sebanyak 600 ekor yang dibagi menjadi 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan larvasida minyak atsiri; konsentrasi larvasida minyak atsiri tangkai bunga cengkeh masing-masing kelompok adalah 50 ppm, 100 ppm, dan 125 ppm. Masing-masing kelompok berisi 25 ekor larva Aedes aegypti dan dilakukan 6 kali replikasi. Pengamatan dilakukan setelah 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, serta 24 jam dan dihitung jumlah larva yang mati. Variabel independen dalam penelitian ini antara lain minyak atsiri tangkai bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, dan 125 ppm serta waktu pengamatan, sedangkan variabel dependen adalah kematian larva Aedes aegypti instar III dan nilai Lethal Concentration 50 dan 90 (LC₅₀ dan LC₉₀). Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kematian larva dan kamera handphone. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, dan analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dengan metode Shapiro-Wilk, uji homogenitas dengan metode Levene Test, uji Kruskal Wallis lalu dilanjutkan dengan uji Post Hoc Bonferroni serta uji analisis probit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kematian total larva Aedes aegypti terjadi di semua kelompok perlakuan dengan waktu pengamatan yang berbeda-beda. Kematian total larva Aedes aegypti pada kelompok 50 ppm terjadi di waktu pengamatan ke-20 jam, pada kelompok perlakuan 100 ppm terjadi di waktu pengamatan ke-16 jam, sedangkan pada kelompok perlakuan 125 ppm terjadi di waktu pengamatan ke-3 jam. Hasil analisis data dengan uji Kruskal Wallis pada taraf kepercayaan (α) 0,05 menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok uji (p < 0,05) di semua waktu pengamatan. Larvasida minyak atsiri tangkai bunga cengkeh konsentrasi 100 ppm dan 125 ppm mulai efektif digunakan pada waktu 1 jam, sedangkan konsentrasi 50 ppm baru efektif digunakan pada waktu 20 – 24 jam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan jumlah kematian larva Aedes aegypti antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan pemberian larvasida minyak atsiri konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, dan 125 ppm terhadap kematian larva Aedes aegypti selama waktu pengamatan ke-1, 2, 3, 4, 8, 12, 16, 20, dan 24 jam. Konsentrasi larvasida minyak atsiri tangkai bunga cengkeh yang disarankan adalah 50 ppm. Nilai LC₅₀ dan LC₉₀ larvasida minyak atsiri tangkai bunga cengkeh selama 24 jam waktu pengamatan yaitu sebesar 26,877 ppm dan 35,699 ppm.

Description

FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 12

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By