Pengembangan Modul Ajar Cerita Rakyat Rangga Lawe Berbasis Teams Games Tournament untuk Meningkatkan Minat Belajar di SMAN 5 Tuban

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa modul ajar mata pelajaran sejarah dengan materi cerita rakyat Rangga Lawe. Produk mengadaptasi model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) yang diintegrasikan ke dalam permainan papan edukatif Jejak Sang Ksatria. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran sejarah di kelas X Fase E SMAN 5 Tuban. Pengembangan produk didasarkan pada analisis kebutuhan yang mengungkap rendahnya minat peserta didik terhadap pembelajaran sejarah, keterbatasan media inovatif yang mengangkat nilai-nilai lokal, serta kecenderungan peserta didik yang menyukai pembelajaran visual dan berbasis permainan menjadi dasar penelitian ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan menurut Sugiyono, yang meliputi: (1) analisis potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, dan (9) revisi akhir (10) diseminasi atau produksi massal. Pada tahap awal, dilakukan analisis kebutuhan melalui angket dan wawancara, yang menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil peserta didik yang menunjukkan ketertarikan terhadap sejarah, serta perlunya variasi strategi pembelajaran. Produk dikembangkan dalam bentuk modul ajar yang diperkaya dengan aktivitas permainan Jejak Sang Ksatria, narasi lokal cerita rakyat Rangga Lawe, serta aktivitas game tournament yang dirancang untuk menumbuhkan semangat belajar yang aktif dan menyenangkan. Setelah produk selesai dirancang, dilakukan validasi oleh ahli desain, ahli materi dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk layak digunakan dalam pembelajaran, dengan penilaian pada aspek materi 75%, desain 78%, dan bahasa 89% yang mencapai kategori baik. Guru mata pelajaran sejarah juga memberikan skor kelayakan sebesar 97%, yang menunjukkan bahwa modul ini relevan dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran. Selanjutnya, modul diuji coba melalui uji kelompok kecil dan uji Uji Kelompok besar. Pada tahap uji coba, peserta didik di kelas eksperimen menggunakan modul ajar cerita rakyat Rangga Lawe berbasis TGT, sementara kelas kontrol menggunakan modul ajar biasa dengan. Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui bahwa modul ini cukup efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Nilai rata-rata N-Gain pada kelompok eksperimen termasuk dalam kategori cukup efektif, sedangkan kelompok kontrol menunjukkan hasil tidak efektif. Uji Independent Sample T-Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara dua kelompok, dan analisis effect size melalui Eta Squared menghasilkan nilai sebesar 0, 844 pada uji kelompok kecil dan 0,776 pada kelompok besar yang tergolong tinggi (kategori efek besar). Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul ajar mengangkat cerita rakyat Rangga Lawe berbasis TGT, mampu memberikan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan menyenangkan. Modul ini tidak hanya menjadi media untuk menyampaikan materi, tetapi juga sebagai upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal peserta didik. Melalui permainan Jejak Sang Ksatria, peserta didik dapat lebih aktif terlibat dalam pembelajaran. Produk ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan perangkat ajar sejarah yang inovatif. Meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal jumlah sampel dan durasi penerapan, namun dapat menjadi pijakan awal untuk pengembangan serupa. Diharapkan, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak modul dalam jangka waktu yang lebih panjang dan pada skala yang lebih luas, serta mengkaji pengaruhnya terhadap aspek lain seperti keterampilan berpikir kritis atau pemahaman historis peserta didik. Saran dari peneliti adalah, pemanfaatan materi-materi lokal dalam pembelajaran sejarah seharusnya dapat dilakukan oleh pendidik disertai dengan penerapan model pembelajaran yang interaktif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inovatif.

Description

Reupload Repositori File 25 Mei 2026_Kholif Basri Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By