Optimasi Respon Komposisi Daging Tiruan Berbahan Dasar Ekstrak Protein Kedelai (EPK) dan Tepung Biji Durian (Durio zibethinus Murr.) Serta Analisis Kelayakan Finansial
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Peningkatan kadar kolesterol dalam darah merupakan faktor risiko penyakit
jantung koroner. Risiko penyakit tersebut dapat dikurangi dengan mengkonsumsi
daging tiruan dari bahan nabati. Beberapa kelebihan mengkonsumsi daging tiruan
yaitu dapat mengurangi risiko penyakit degenaratif, dapat memenuhi kebutuhan
protein masyarakat indonesia yang lebih murah, dan berasal dari bahan baku
lokal. Bahan dasar daging tiruan yang umum digunakan adalah isolat protein
kedelai (IPK), tetapi juga dapat dibuat dari karbohidrat untuk meningkatkan sifat
fungsional produk tersebut. Salah satu sumber karbohidrat yang dapat digunakan
untuk membuat daging tiruan yaitu biji Durian (Durio zibethinus Murr.) yang
mengandung polisakarida larut air, sehingga dimungkinkan dapat meningkatkan
karakteristik fisik dan nilai gizi daging tiruan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi optimum hasil uji
organoleptik daging tiruan yang berbahan dasar tepung biji durian, IPK dan air
menggunakan metode RSM (Respon Surface Methods). Hasil optimasi komposisi
memerlukan uji karakteristik fisik dan kimia untuk mengetahui nilai gizi daging
tiruan. Tingkat penerimaan panelis terhadap hasil komposisi optimum daging
tiruan sangat perlu dilakukan, sehingga dilakukan uji organoleptik dengan cara
mensubtitusi bakso yang dibuat dengan bahan dasar daging sapi segar. Dalam
pemenuhan kebutuhan terhadap hasil olahan pangan dari bahan nabati maka
memerlukan analisis kelayakan finansial dan sensitivitas untuk mengembangkan
daging tiruan menjadi sebuah UKM (Usaha Kecil Menengah).
Penelitian dilaksanakan dalam 5 tahap yaitu (1) Uji organoleptik hasil acakan
metode RSM (Respon Surface Methods) dengan menggunakan bahan dasar
tepung biji durian, Isolat Protein Kedelai (IPK) dan air. (2) Verifikasi hasil RSM
melalui uji organoleptik. (3) Pengujian karakteristik fisik dan kimia yang meliputi
tekstur, kecerahan, WHC (Water Holding Capacity), SEM (Scanning Electron
Micrograph), kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar
karbohidrat. (4) Aplikasi daging tiruan pada pembuatan bakso dan dilakukan
pengujian karakteristik fisik bakso yang meliputi tekstur dan WHC. (5) Analisis
kelayakan finansial dan sensitivitas UKM daging tiruan.
Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh komposisi optimum tepung biji durian
sebesar 47,1221 gram, IPK sebesar 40,0 gram dan air 30%. Hasil optimasi
komposisi daging tiruan menghasilkan nilai tekstur sebesar 144,60±0,89 gram/mm; kecerahan sebesar 63,10±0,48; WHC sebesar 196,91±0,49%. Nilai gizi
daging tiruan yaitu air 40,55±0,34%; abu 2,22±0,36; protein 34,42±0,82; lemak
3,87±0,67 dan karbohidrat 59,49±0,18. Hasil uji organoleptik, karakteristik fisik
dan uji efektifitas pada bakso didapatkan perlakuan terbaik yaitu perlakuan B2
dengan proporsi penggunaan daging sapi segar sebesar 75% serta penggunaan
daging tiruan sebesar 25%. Pada perlakuan bakso yang paling disukai oleh panelis
yaitu perlakuan B2 (bakso dengan komposisi daging sapi segar dan daging tiruan
75%:25%). Perlakuan tersebut menghasilkan nilai tekstur sebesar 166,20±0,84
gram/mm; dan nilai WHC sebesar 98,51±0,73%.
Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa UKM layak dijalankan
dengan nilai NPV sebesar Rp 447.775.852,00, B/C Ratio sebesar 1,35, nilai IRR
sebesar 28,56%, PBP selama 2 tahun 5 bulan 12 hari. Untuk mendapatkan
keuntungan, produksi daging tiruan harus diatas 21,465 kemasan dan nilai
penjualan diatas Rp 103.033.458,00. Pada analisis sensitivitas menunjukkan
bahwa layak untuk dijalankan apabila terjadi kenaikan biaya tidak tetap sampai
15%. Pada penurunan biaya harga jual tetap layak dijalankan sampai penurunan
pendapatan sebesar 10%.
Description
reupload file repositori 20 mei 2026_kurnadi/citra
:: Finalisasi Repositori File 12 Juni 2026_Kurnadi
