Upaya Inggris Menegosiasikan Kedaulatannya dalam Penerapan Northern Ireland Protocol Pasca-Brexit
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Inggris menegosiasikan kedaulatanya dalam penerapan Northern Ireland Protocol (NIP) pasca-Brexit. Brexit yang pada awalnya dimaksudkan sebagai upaya pemulihan kedaulatan nasional justru menghadapi berbagai keterbatasan dalam implementasinya. Penerapan NIP menimbulkan masalah-masalah baru yang mengharuskan Inggris untuk melakukan negosiasi dan bergantung pada Uni Eropa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif-analitis dengan metode studi literartur, serta dianalisis melalui konsep complex interdependence oleh Keohane & Nye, 1977. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Inggris tidak bisa bersikap unilateral, ia harus tetap melakukan negosiasi dan kompromi atas restrukturisasi kedaulatan yang diciptakan oleh NIP. Penerapan NIP menciptakan restrukturisasi kedaulatan Inggris, khususnya melalui perbatasan regulatif di Laut Irlandia, keterlibatan Uni Eropa dalam pengawasan kebijakan, serta keterbatasan otonomi Inggris dalam mengelola wilayahnya sendiri. Selain itu, terjadi perubahan dalam pola perdagangan dengan Inggris Raya dan peningkatan hubungan ekonomi dengan Republik Irlandia dan Uni Eropa. Temuan ini mengindikasikan bahwa Brexit tidak sepenuhnya memulihkan kedaulatan Inggris, melainkan menghasilkan bentuk kedaulatan yang bersifat kompromis akibat keterikatan regulatif dan ekonomi dengan Uni Eropa. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kedaulatan dalam konteks global kontemporer bersifat dinamis dan tidak dapat dijalankan secara absolut.
Description
Validasi repository 11 Juni 2026_Naomy/Firly
