Pengembangan Model Inquiry Berdiferensiasi Berbantuan AI untuk Meningkatkan Historical Literacy dan Hasil Belajar Menggunakan Model ADDIE
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pengembangan Model Inquiry Berdiferensiasi Berbantuan AI untuk
Meningkatkan Historical Literacy dan Hasil Belajar Menggunakan Model
ADDIE; Wike Cahyani Suci, 220210302028; April 2026; xviii + 130 halaman;
Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial;
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat Historical Literacy
dan hasil belajar peserta didik. Implementasi pembelajaran Historical Literacy di
sekolah masih belum optimal. Realita ini tercermin pada hasil penelitian terdahulu
seperti Purwanta (2023) yang melakukan riset tentang tingkat Historical Literacy
peserta didik SMA di Indonesia menunjukkan bahwa terdapat 60% peserta didik
dikategorikan gagal atau sangat membutuhkan pendampingan, sedangkan hanya
1% yang sangat baik, serta 4% baik. Idealnya pembelajaran sejarah memposisikan
Historical Literacy sebagai tujuan pembelajaran yang wajib di kuasai oleh peserta
didik.
Analisis performansi dilakukan di SMAN 1 Jember untuk mengidentifikasi
permasalahan nyata yang terdapat di sekolah. Hasil analisis tersebut menunjukkan
bahwa sebesar 55,6% peserta didik mengalami kesulitan dalam menganalisis dan
menyajikan materi sejarah secara kritis, 83,3% peserta didik menilai model yang
sering digunakan kurang memberikan stimulus, 77,8% peserta didik menilai
metode/pendekatan kurang inovatif dalam memfasilitasi kebutuhan belajar dan
72,2% menilai media/teknologi yang digunakan kurang menyenangkan. Hasil
pengukuran awal terhadap tingkat Historical Literacy peserta didik di SMAN 1
Jember juga tidak terlalu tinggi dengan 22,2% peserta didik dikategorikan tinggi,
27,8% sedang, dan 50% rendah. Dapat disimpulkan bahwa rendahnya tingkat
Historical Literacy dan hasil belajar peserta didik disebabkan karena peserta didik
mengalami kesulitan dalam menganalisis materi sejarah secara kritis serta kurang
optimalnya penggunaan model, metode, dan media pembelajaran yang inovatif.
Berdasarkan latar belakang di atas, diperlukan solusi alternatif berupa
pengembangan model Inquiry Berdiferensiasi berbantuan AI untuk meningkatkan
Historical Literacy dan hasil belajar peserta didik menggunakan model ADDIE.
Hasil analisis kebutuhan juga menunjukkan bahwa: (1) 83,3% peserta didik ingin
menggunakan model inquiry karena dianggap lebih mampu memberikan stimulus
dengan baik; (2) 77,8% bersedia menggunakan pembelajaran berdiferensiasi; (3)
72,2% senang jika menggunakan AI dalam pembelajaran sejarah; dan (4) 83,3%
menerima inovasi berupa model Inquiry Berdiferensiasi berbantuan AI.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu meliputi: (1) bagaimana hasil
pengembangan model Inquiry Berdiferensiasi berbantuan AI dalam pembelajaran
sejarah menggunakan model ADDIE ?; (2) bagaimana efektivitas penggunaan
model Inquiry Berdiferensiasi berbantuan AI terhadap Historical Literacy ?; dan
(3) bagaimana efektivitas penggunaan model Inquiry Berdiferensiasi berbantuan
AI terhadap hasil belajar peserta didik?. Tujuan penelitian dan pengembangan ini
yaitu meliputi: (1) untuk menghasilkan produk pendidikan berupa model Inquiry
Berdiferensiasi berbantuan AI yang tervalidasi ahli dalam pembelajaran sejarah sesuai tahap pengembangan model ADDIE; (2) untuk menguji efektivitas model
Inquiry Berdiferensiasi berbantuan AI pada materi “Pemikiran-Pemikiran Besar
Dunia” terhadap Historical Literacy; dan (3) untuk mengukur efektivitas model
Inquiry Berdiferensiasi berbantuan AI terhadap hasil belajar peserta didik.
Hasil uji validasi menunjukkan bahwa produk pendidikan berupa model
Inquiry Berdiferensiasi berbantuan AI yang dikembangkan menggunakan model
ADDIE dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran sejarah. Validasi ahli
bidang studi memperoleh nilai 5 (Outstanding), validasi ahli media memperoleh
nilai 4,18 (Above Average), dan validasi ahli bahasa memperoleh nilai 4,20 yang
juga termasuk kriteria (Above Average). Hasil uji coba perorangan (pendidik)
memperoleh nilai rerata 5 (Outstanding), sedangkan uji coba perorangan (peserta
didik) memperoleh nilai rerata 4,57 (Above Average). Uji coba kelompok kecil
juga menunjukkan adanya peningkatan signifikan Historical Literacy dan hasil
belajar peserta didik yang dibuktikan melalui Uji Paired Sample T-Test dengan
nilai Sig. 0,000 < 0,05. Sementara itu, nilai effect size pada uji coba kelompok
kecil sebesar 0,993 untuk Historical Literacy dan 0,987 untuk hasil belajar yang
termasuk dalam kriteria efek sangat besar.
Hasil uji coba kelompok besar juga menunjukkan bahwa kelas eksperimen
(XI IPS 1) yang menggunakan model Inquiry Berdiferensiasi berbantuan AI
mengalami peningkatan Historical Literacy dan hasil belajar yang signifikan
dibandingkan dengan kelas kontrol (XI IPS 2). Hasil Uji Independent Sample TTest menunjukkan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan Uji N-Gain di kelas XI IPS 1
variabel (Historical Literacy) memperoleh nilai sebesar 0,7137 sedangkan Uji NGain (Hasil Belajar) sebesar 0,7015. Sementara itu, di kelas XI IPS 2 Uji N-Gain
variabel (Historical Literacy) memperoleh nilai sebesar 0,5017 sedangkan Uji NGain variabel (Hasil Belajar) sebesar 0,4395. Berdasarkan hasil penelitian ini,
dapat disimpulkan bahwa produk model Inquiry Berdiferensiasi berbantuan AI
telah dikembangkan sesuai dengan prosedur model ADDIE, telah divalidasi dan
layak digunakan dalam pembelajaran sejarah serta memiliki nilai efektivitas yang
tinggi terhadap Historical Literacy dan hasil belajar peserta didik.
Description
Validasi file repositori 11 Juni 2026 Magang SP (Siti)_Firli
