Hierarki Kebutuhan Tokoh Cerita dalam Novel Hello Karya Tere Liye: Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS ILMU BUDAYA
Abstract
Kajian ini dilatarbelakangi oleh teori hierarki kebutuhan Maslow pada tokoh cerita dalam novel Hello karya Tere Liye. Novel Hello dikaji menggunakan teori kebutuhan Abraham Maslow karena melihat penggambaran tokoh cerita sesuai dengan permasalahan emosional. Mengangkat gagasan mengenai kisah cinta dan kenangan masa lalu menjadikan novel Hello sesuai dengan psikologi humanistik yang
bergerak terhadap proses pemenuhan kebutuhan. Oleh karena itu, novel ini dianalisis menggunakan teori psikologi humanistik Abraham Maslow untuk mengungkapkan hierarki kebutuhan tokoh-tokoh dalam cerita. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan keterkaitan antarunsur struktural dan hierarki kebutuhan tokoh dalam novel Hello karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dan pendekatan objektif. Objek material penelitian ini adalah novel Hello karya Tere Liye yang terbit pada tahun 2023 dengan tebal 320 halaman. Objek formal dalam penelitian ini yaitu keterkaitan antarunsur struktural dan hierarki kebutuhan tokoh cerita dalam novel Hello. Satuan analisis dalam penelitian ini berupa kalimat dan paragraf yang menunjukkan unsur struktural dan aspek hierarki kebutuhan psikologi tokoh. Hasil analisis struktural menunjukkan keterkaitan antarunsur struktural yaitu tema, tokoh dan penokohan, konflik, dan latar. Tema mayor dalam novel yaitu perjalanan dan perjuangan cinta yang dialami oleh Hesty sebagai tokoh utama. Tema minor yang mendukung adanya tema mayor dalam novel Hello yaitu perbedaan status sosial yang menjadi penghalang dalam hubungan cinta, kenangan masa lalu, peran dan kewajiban anak terhadap orang tua, dan wujud tolong menolong dalam
persahabatan. Tema minor masing-masing berkaitan dengan tokoh tambahan yaitu Tigor, Ana, Raden Wijaya, dan Patrisia. Konflik yang dialami para tokoh berupa konflik fisik dan konflik batin. Konflik fisik dan konflik batin dialami oleh Hesty dan Tigor. Unsur tema, penokohan dan perwatakan, dan konflik memiliki keterkaitan dengan latar. Latar tempat dalam cerita menunjukkan rumah besar Raden Wijaya, Kota Jakarta, Ruko Tigor, dan rumah Ana. Latar waktu menunjukkan pada tahun 1975 dan pada tahun 2020 an. Latar sosial menunjukkan pelestarian tradisi dan budaya, pengaruh pendidikan untuk mengubah pola pikir, serta kondisi sosial politik dan kekuasaan. Keterkaitan antarunsur tersebut memainkan peran penting dalam membentuk dinamika cerita. Hasil analisis psikologi humanistik menunjukkan pemenuhan hierarki kebutuhan oleh tokoh Hesty, Tigor, Ana, Raden Wijaya dan Patrisia dalam novel Hello. Hesty telah memenuhi hierarki kebutuhan dalam dirinya. Kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki mendominasi dalam diri Hesty karena Hesty memiliki hubungan yang menyenangkan dengan Tigor, Patrisia, serta keluarga yang menyayanginya. Tigor telah memenuhi hierarki kebutuhan dalam dirinya. Kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki juga mendominasi dalam dirinya melalui hubungan istimewa dengan
Hesty, rasa keharmonisan yang juga Tigor dapatkan dari keluarganya. Ana telah memenuhi hierarki kebutuhan dalam dirinya. Kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki juga menjadi kebutuhan yang mendominasi dalam dirinya melalui rasa keharmonisan dengan ibunya, pamannya, serta karyawannya yang sudah Ana anggap seperti keluarga sendiri. Raden Wijaya telah memenuhi hierarki kebutuhan dalam dirinya. Kebutuhan yang mendominasi Raden Wijaya adalah kebutuhan rasa aman berupa kepastian dari keluarganya, serta hilangnya rasa kecemasan yang dibantu oleh sang istri untuk menenangkannya. Patrisia berhasil memenuhi hierarki kebutuhan dalam
dirinya. Kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki juga mendominasi dalam dirinya berupa hubungan persahabatan dan relasi dengan Hesty dan Tigor.
Description
Validasi file repositori 11 Juni 2026_Magang SP (Aurora)_Firli
