Peramalan Kasus Demam Berdarah di Bandung Menggunakan Metode SARIMA dan Facebook Prophet
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang
disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes
aegypti. Kota Bandung merupakan salah satu wilayah endemis dengan tingkat
kejadian kasus yang cukup tinggi di Jawa Barat. Fluktuasi kasus yang terjadi
setiap tahunnya, serta adanya lonjakan kasus yang tidak terduga, menuntut adanya
sistem perencanaan dan pencegahan yang lebih baik. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan adalah dengan melakukan peramalan (forecasting) jumlah kasus di
masa mendatang. Informasi hasil peramalan ini sangat krusial bagi pemerintah
daerah, khususnya Dinas Kesehatan, untuk mempersiapkan logistik medis dan
langkah preventif sebelum terjadinya wabah.
Penelitian ini bertujuan untuk membangun model peramalan kasus DBD di
Kota Bandung dan membandingkan kinerja dua metode time series yang berbeda
karakteristiknya, yaitu Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average
(SARIMA) yang merupakan metode statistik klasik, dan Facebook Prophet yang
merupakan metode berbasis machine learning modern. Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data sekunder jumlah kasus DBD per bulan yang
diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung dengan periode
pengamatan dari Januari 2020 hingga Desember 2024.
Proses analisis dimulai dengan pra-pemrosesan data untuk
mengidentifikasi pola tren dan musiman. Khusus pada metode Facebook Prophet,
dilakukan penanganan outlier atau anomali data, terutama pada lonjakan kasus
ekstrem yang terjadi di tahun 2023, guna menjaga stabilitas prediksi. Evaluasi
kinerja kedua model diukur menggunakan indikator Root Mean Square Error
(RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE).
Analisis peramalan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota
Bandung dilakukan dengan membandingkan dua metode, yaitu SARIMA dan
Facebook Prophet. Pada pemodelan SARIMA, model terbaik yang diperoleh
adalah SARIMA(2, 0, 0)x(2, 0, [1], 12) yang menghasilkan nilai Root Mean
Square Error (RMSE) sebesar 84,30 dan Mean Absolute Percentage Error
(MAPE) sebesar 36,14%, menempatkannya dalam kategori akurasi yang cukup.
Secara visual, hasil prediksi SARIMA cenderung memberikan estimasi yang lebih
tinggi (overestimation) dibandingkan data aktual, namun menunjukkan respons
yang membaik secara drastis saat terjadi lonjakan kasus signifikan di akhir tahun,
bahkan sedikit mengungguli Prophet pada bulan Desember dengan MAPE
14,51%. Hal ini mengindikasikan bahwa SARIMA sangat bergantung pada tren
data yang kuat untuk bekerja secara optimal, namun kurang stabil dalam
menghadapi fluktuasi rendah.
Sebaliknya, metode Facebook Prophet menunjukkan kinerja yang jauh
lebih unggul dan stabil dibandingkan SARIMA. Metode ini menghasilkan tingkat
kesalahan yang lebih rendah secara signifikan, dengan nilai RMSE sebesar 62,44
dan MAPE sebesar 12,24% yang masuk dalam kategori akurasi yang baik.
Meskipun garis prediksinya cenderung berada sedikit di bawah data aktual
(underestimation), Prophet mampu mengikuti pola tren dan fluktuasi musiman
dengan sangat presisi dan deviasi yang minim. Sementara SARIMA memiliki
kelebihan dalam merespons perubahan tren yang sangat tajam, tingkat kesalahan
globalnya yang lebih tinggi menjadikannya kurang ideal dibandingkan Prophet
yang konsisten menjaga akurasi di berbagai kondisi data.
Keunggulan Prophet juga terlihat dalam penanganan anomali data (dropoff) pada tahun 2023; berbeda dengan SARIMA yang sensitif terhadap perubahan
data historis jangka pendek, Prophet menganggap penurunan ekstrem tersebut
sebagai anomali sementara dan tetap mempertahankan pola tren jangka panjang
yang kokoh.Secara keseluruhan, perbandingan kedua metode menegaskan bahwa
Facebook Prophet adalah metode yang paling optimal untuk studi kasus ini.
Prophet terbukti lebih fleksibel dan adaptif, mampu memisahkan komponen tren
dan musiman dengan baik, serta memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap
outliers dibandingkan SARIMA.
Description
Reuploud file repositori 22 Mei 2026_Firli
