Pengaruh Ekstrak Temu Giring terhadap Kadar Serotonin dan Histopatologi Hipokampus Mencit yang Diinduksi Chronic Mild Stress
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Depresi menjadi masalah kesehatan mental yang signifikan di Indonesia
dengan prevalensi tinggi di berbagai kelompok usia, dipicu oleh stres kronis yang
mengganggu keseimbangan serotonin dan struktur hipokampus. Terapi antidepresan
konvensional seperti SSRI efektif tetapi terkendala efek samping dan biaya tinggi,
sehingga diperlukan alternatif herbal yang aman. Temu giring (Curcuma heyneana)
menonjol sebagai kandidat potensial berkat kandungan flavonoid dan
kurkuminoidnya yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan
neuroprotektif, namun bukti ilmiah terhadap efeknya pada parameter neurokimia dan
histopatologi masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh ekstrak etanol temu giring terhadap
kadar serotonin otak dan struktur histopatologi hipokampus pada model depresi
mencit yang diinduksi Chronic Mild Stress (CMS). Menggunakan desain post-test
only control group, 24 mencit jantan BalBc dibagi menjadi enam kelompok: normal,
kontrol negatif, kontrol positif fluoksetin 10 mg/kgBB, serta ekstrak temu giring dosis
100, 200, dan 400 mg/kgBB. Suspensi diberikan oral harian sebelum induksi stres.
Induksi CMS dilakukan selama 21 hari melalui stresor variatif seperti kandang
miring, pembatasan makanan/minum, dan suara predator. Pengukuran serotonin
dilakukan menggunakan metode ELISA. Analisis data dilakukan menggunakan uji
normalitas Shapiro–Wilk dan uji homogenitas Levene, dilanjutkan uji t independen
untuk membandingkan kelompok kontrol normal dan kontrol negatif, serta uji One
Way ANOVA dengan uji lanjut LSD untuk membandingkan kelompok kontrol
negatif, kontrol positif, dan kelompok perlakuan (p < 0,05). Observasi hipokampus
CA3 dengan pewarnaan HE dilakukan pada perbesaran 400x menggunakan
mikroskop cahaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi CMS menyebabkan penurunan
kadar serotonin otak serta perubahan struktur histopatologi hipokampus berupa
disorganisasi lapisan sel piramidal dan perubahan morfologi neuron. Pemberian
ekstrak temu giring pada seluruh dosis yang diuji mampu meningkatkan kadar
serotonin otak dibandingkan kelompok kontrol negatif. Selain itu, pengamatan
histopatologi menunjukkan bahwa ekstrak temu giring mampu memperbaiki
kerusakan struktur hipokampus akibat stres kronis. Perbaikan paling nyata terlihat
pada dosis 100 dan 400 mg/kgBB, yang menunjukkan susunan sel piramidal lebih
teratur dan mendekati kondisi normal.
Description
Reuploud Repository 26 Mei-agus
