Kebijakan Moneter dan Dinamika Perdagangan: Studi Kebijakan Emisi Karbon di Indonesia - Tiongkok
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh perdagangan internasional, seperti kerjasama ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA), memperkuat daya saing global namun berdampak signifikan pada peningkatan emisi karbon (CO₂) dan degradasi lingkungan, terutama akibat ketergantungan pada bahan bakar fosil dan aktivitas industri. Konsumsi energi terbarukan dan inovasi teknologi hijau menjadi solusi utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, meskipun menghadapi tantangan seperti emisi dari aktivitas pertambangan dan ketegangan geopolitik. Kebijakan moneter, melalui penetapan suku bunga rendah, dapat mendorong investasi dalam energi ramah lingkungan dan mengurangi biaya modal. Konsep Environmental Kuznet Curve (EKC) menunjukkan bahwa emisi karbon akan menurun seiring penerapan teknologi ramah lingkungan dan stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang efektif dan terintegrasi untuk menurunkan emisi karbon tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi, khususnya di negara-negara seperti Indonesia dan Tiongkok.
Kerjasama ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA), mendorong ekspor-impor, meski juga menciptakan tantangan lingkungan. Indonesia dan Tiongkok berusaha mengurangi emisi karbon melalui kebijakan ramah lingkungan, seperti pembiayaan energi terbarukan dan pembatasan pendanaan industri berbasis karbon. Kebijakan moneter yang stabil, dengan inflasi yang terkendali dan suku bunga yang rendah, dapat meningkatkan permintaan energi terbarukan. Keduanya berperan penting dalam mendukung transisi energi ramah lingkungan dan mencapai tujuan mitigasi perubahan iklim. Koordinasi kebijakan antara kebijakan moneter dan perdagangan, serta regulasi yang mendukung investasi sektor hijau, diperlukan untuk memaksimalkan upaya pemangkasan emisi karbon di kedua negara.
Bank Indonesia menerapkan kebijakan quantitative easing (QE) untuk meningkatkan likuiditas dan mendukung proyek ramah lingkungan melalui green financing. OJK dan Kementerian Keuangan mendukung penerbitan green bonds, sedangkan konsep Eco-Industrial Park (EIP) mendorong industri ramah lingkungan. Indonesia juga memiliki kebijakan lingkungan di sektor energi, pertambangan, manufaktur, dan pertanian, serta menetapkan target pengurangan emisi dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) dan menerapkan pajak dan perdagangan karbon untuk mendukung transisi ke energi bersih. Di sisi lain, Tiongkok telah menetapkan kebijakan Rencana Lima Tahunan
Description
Reupload file repository 26 Mei 2026_Ratna
Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 10 Juni 2026
