Hubungan Higiene Sanitasi Peternak terhadap Kriptosporidiosis pada Sapi Perah di Desa Kemuning Lor, Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Higiene sanitasi peternak yang buruk pada peternakan dapat menimbulkan masalah kesehatan pada peternak. Masalah kesehatan yang terjadi adalah infeksi protozoa usus dengan gejala diare. Hal tersebut diakibatkan oleh zoonosis dari hewan ternak ke peternak. Salah satu contoh protozoa usus yang dapat ditemukan pada sapi perah yaitu Cryptosporidium spp. Infeksi tersebut dipengaruhi oleh kebersihan individu dan sanitasi lingkungan, terutama lingkungan kandang. Komponen higiene dan sanitasi peternak dipengaruhi oleh kebersihan kandang, kebersihan sapi perah, kebersihan kuku peternak, perilaku cuci tangan, sanitasi peralatan, sumber air, pengolahan limbah ternak, penyinaran kandang, atap kandang, ventilasi kandang, dan lantai kandang. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengenai hubungan higiene sanitasi peternak dengan keberadaan protozoa Cryptosporidium spp., yang ditemukan pada feses sapi perah di Desa Kemuning Lor, Jember. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022-Mei 2023 di peternakan Desa Kemuning Lor dan pemeriksaan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Sampel penelitian ini sama dengan populasi karena menggunakan teknik total sampling dan didapatkan 74 sampel sapi pada enam peternakan. Pemeriksaan dengan metode sedimentasi dengan pewarnaan modifikasi ZN dan pengamatan mikroskop pada pembesaran 1000x. Higiene dan sanitasi peternak dinilai dengan lembar observasi. Data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi logistic. Hasil pemeriksaan didapatkan 6 dari 74 sampel positif Cryptosporidium spp., (8,3%). Hasil analisis bivariat uji Chi-Square menunjukkan bahwa variabel kebersihan kandang, kebersihan sapi perah, kebersihan kuku peternak, dan sanitasi peralatan memiliki hubungan yang signifikan (p<0,05) dengan kriptosporidiosis pada sapi perah. Variabel lain seperti cuci tangan, sumber air, pengolahan limbah ternak, penyinaran kandang, atap kandang, lantai kandang, dan ventilasi kandang tidak memiliki hubungan yang signifikan (p>0,05). Hasil analisis multivariat uji regresi logistik menunjukkan sanitasi peralatan merupakan variabel yang paling signifikan tetapi memiliki risiko paling kecil terhadap kriptosporidiosis pada sapi perah (OR. 0,047, 95% CI: 0,005 – 0,440). Kesimpulan dari penelitian ini adalah higiene sanitasi peternak memiliki hubungan dengan keberadaan protozoa penyebab diare, Cryptosporidium spp.

Description

Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 10 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By