Wacana Childfree dalam Podcast Kasisolusi: Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Tahun 2023 Indonesia dihebohkan oleh salah seorang youtuber (Gitasav) mengungkapkan bahwa ia dan suaminya menjalani childfree. Kondisi ini kemudian banyak menjadi perbincangan publik dan media sosial karena menuai pro-kontra di antara masyarakat yang masih mempertahankan norma sosial dan agama. Salah satunya Podcast Kasisolusi yang berjudul “Ramai Soal Childfree!! Childfree = Psikopat!? Begini Kata Dokter Kejiwaan – dr. Isa Multazam”. Podcast tersebut menimbulkan adanya pemarginalisasian terhadap individu childfree melalui pemakaian bahasa, perlu diketahui latar belakang penggunaannya. Penelitian ini mengkaji wacana childfree menggunakan teori Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk. Adapun penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk: 1) dimensi teks, 2) dimensi kognisi sosial, dan 3) dimensi konteks sosial wacana childfree pada Podcast Kasisolusi. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Data diambil dari Podcast Kasisolusi yang berjudul “Ramai Soal Childfree!! Childfree = Psikopat!? Begini Kata Dokter Kejiwaan – dr. Isa Multazam”. Data berbentuk bahasa lisan yang dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data lisan kemudian ditranskripkan dan direduksi atau dipilih sesuai dengan kebutuhan analisis pada dimensi teks dan dimensi kognisi sosial. Data yang telah direduksi, kemudian disajikan untuk dianalisis dalam dimensi teks dan dimensi kognisi sosial. Penarikan kesimpulan selanjutnya dilakukan setelah mendapatkan hasil analisis dari tahap sebelumnya. Dokumantasi dilakukan dengan melakukan tangkapan layar pada kolom komentar Podcast Kasisolusi. Tangkapan layar tersebut digunakan sebagai data pendukung untuk dimensi kognisi sosial dan dimensi konteks sosial. Analisis dimensi konteks sosial sedikit berbeda dengan dimensi lainnya, yaitu menghubungkan dengan dimensi kognisi sosial dan didukung melalui tambahan data tangkapan layar. Wujud dimensi teks wacana childfree membahas tindakan yang dilakukan oleh Gitasav melalui ekspresi verbal. Tindakan childfree Gitasav tersebut juga dibahas melalui beberapa topik seperti: a) childfree berada di luar fitrah manusia, b) childfree dipengaruhi lingkungan sosial, dan c) childfree dipengaruhi faktor psikologis. Wujud dimensi ini juga berupa penggunaan kata berkonotasi negatif seperti “egois”, “stress”, “nggak natural”, “narsistik” dan lain sebagainya yang disertai adanya kata berulang berkaitan dengan agama serta budaya sebagai penguat argumentasi. Wujud dimensi kognisi sosial wacana childfree terbentuk atas dua perspektif, yaitu agama dan psikologi. Prspektif ini sekaligus menjadi dasar pengetahuan, dan argumentasi untuk menolak childfree sekaligus memarginalisasi Gitasav. Ideologi agama dan ideologi profesional yang membentuk kognisi komunikator dalam hal ini digunakan untuk menggiring pandangan khalayak sebagai tindakan yang menyimpang dari norma sosial. Pandangan agama menempatkan posisi reproduksi sebagai tujuan pernikahan dan pandangan psikologis mengasumsikan bahwa tindakan childfree adalah bukti adanya gangguan kesehatan mental terhadap Gitasav. Kedua perspektif tersebut menjadi dasar untuk menghakimi Gitasav atas tindakannya dan menciptakan stigma negatif terhadap individu childfree. Wujud dimensi konteks sosial wacana childfree menunjukkan bahwa kekuasaan Dery yang besar terhadap platform memberikan akses luas untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi komunikator. Terutama berkaitan dengan kepentingan monetasi. Dery menggunakan platform untuk membentuk pandangan khalayak dan mengakibatkan adanya marginalisasi terhadap Gitasav, serta membangun stigma negatif terhadap childfree.

Description

Reupload File Repository 9 Juni 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By