Analisis Antenatal Care Dan Kondisi Periodontal Pada Ibu Hamil Terhadap Terjadinya Preeklampsia Onset Dini di Puskesmas Ajung Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pascasarjana / Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Abstract
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, salah satunya
disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan, termasuk preeklampsia onset dini.
Preeklampsia onset dini memiliki prevalensi yang lebih rendah dibandingkan
preeklampsia onset lanjut, namun berisiko menimbulkan morbiditas, mortalitas,
serta komplikasi yang lebih berat pada ibu dan bayi. Pencegahan dapat dilakukan
melalui peningkatan Antenatal Care (ANC) yang mencakup skrining faktor risiko
ibu hamil, pelayanan sesuai standar, serta skrining kesehatan periodontal.
Puskesmas Ajung Kabupaten Jember dipilih sebagai lokasi penelitian karena
memiliki program pengawasan kehamilan yang aktif dan melibatkan lintas
program dalam pencegahan komplikasi kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menganalisis bagaimana pengaruh Antenatal Care (ANC) yang terdiri dari
karakteristik individu, faktor risiko preeklampsia dan kualitas ANC serta kondisi
periodontal terhadap terjadinya PE onset dini di Puskesmas Ajung Kabupaten
Jember.
Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan
pendekatan kohort prospektif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas
Ajung, Kabupaten Jember, pada Juli–September 2025. Subjek penelitian adalah
seluruh ibu hamil usia kehamilan 20 hingga <34 minggu yang dipilih melalui total
sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data karakteristik individu, faktor
risiko preeklampsia, dan riwayat kesehatan diperoleh melalui wawancara dan
buku KIA, sedangkan kualitas ANC dinilai berdasarkan frekuensi kunjungan,
pelayanan 10T, serta pemeriksaan K1 dan K5. Kondisi periodontal dinilai melalui
pemeriksaan klinis oleh dokter gigi puskesmas. Kejadian preeklampsia onset dini
diamati berdasarkan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. Analisis data
dilakukan secara univariat dan menggunakan Partial Least Squares (PLS) untuk
mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh.
Sebagian besar responden memiliki tekanan darah normal pada usia
kehamilan 20–<34 minggu (79,5%), sedangkan 20,5% mengalami preeklampsia
onset dini (peningkatan mean arterial pressure); mayoritas berusia 20–35 tahun
(76,1%), berpendidikan menengah (58,1%), tidak bekerja/ibu rumah tangga
(90,6%), dan berpendapatan di bawah upah minimum regional (90,6%). Status
gizi didominasi indeks massa tubuh normal (47,9%), kenaikan berat badan
kehamilan tidak sesuai target (56,4%), serta lingkar lengan atas normal (85,5%),
dengan karakteristik obstetrik mayoritas gravida 1–3 (93,2%), paritas ≥1 anak
(54,7%), dan tanpa riwayat abortus (83,8%). Sebagian besar responden tidak
memiliki riwayat hipertensi (95,7%) dan diabetes (100%), serta tidak memiliki
riwayat keluarga hipertensi (86,3%) dan diabetes (98,35%). Pemeriksaan
periodontal menunjukkan oral hygiene index simplified buruk (46,2%), papilla
bleeding index ringan (72,6%), sulcus bleeding index ringan (53,8%), dan gingival
index ringan (52,1%). Kualitas ANC sebagian besar sesuai standar, ditunjukkan
oleh frekuensi ANC sesuai ketentuan (65%), pelayanan 10T (63,2%),
pemeriksaan dokter pada K1 dan K5 (53,8%), dan kategori tidak berisiko
preeklampsia (40,2%). Analisis PLS menunjukkan bahwa ANC berpengaruh pada
terjadinya PE onset dini. Karakteristik individu sebagai bagian ANC, yaitu
riwayat obstetrik ibu (β=0,441; p=0,000) dan riwayat kesehatan ibu (β=0,538;
p=0,002) berkontribusi menjadi faktor risiko yang mempengaruhi PE onset dini.
Semakin tinggi gravida (≥4) dan adanya riwayat abortus meningkatkan risiko
terjadinya PE onset dini, begitupula adanya riwayat hipertensi dan riwayat
keluarga menderita hipertensi meningkatkan risiko terjadinya PE onset dini.
Penelitian selanjutnya perlu memperluas lokasi, waktu, dan variabel
(biomarker, hormonal, genetik, dan lingkungan), menggunakan desain
longitudinal/kohort dengan sampel lebih besar di beberapa fasilitas kesehatan,
serta menstandardisasi pengukuran dan melakukan observasi perkembangan
kondisi periodontal mulai trimester satu sampai trimester tiga.
Description
Reupload Repositori File 09 Juni 2026_Kholif Basri
