Model Kalibrasi Kemometrik Berbasis Spektrum Ftir Untuk Penentuan Adulterasi Kopi Arabika dengan Kopi Robusta
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Kopi merupakan subsektor perkebunan dengan potensi tinggi baik dalam
segi penyedia industri, lapangan pekerjaan maupun penunjang perekonomian
negara. Jenis kopi yang mendominasi adalah kopi robusta sebesar 71,46% dan kopi
arabika sebesar 28,54%. Adulterasi kopi arabika dengan kopi robusta diminati oleh
masyarakat karena rasanya yang khas serta untuk meningkatkan keuntungan
komersial. Namun, adulterasi kopi arabika dengan kopi robusta yang tidak sesuai
dapat menimbulkan dampak kesehatan yang nyata, seperti peningkatan tekanan
darah, nyeri kepala, dan gangguan gastrointestinal utamanya karena kandungan
kafein pada robusta yang hampir dua kali lipat dari kafein pada arabika. Oleh karena
itu, diperlukan pengawasan mutu dan keaslian produk menjadi aspek penting dalam
menjaga integritas industri kopi sehingga aman dikonsumsi masyarakat.
Spektroskopi FTIR merupakan metode yang digunakan untuk mendeteksi
gugus fungsi, mengidentifikasi senyawa, dan menganalisis campuran dari sampel.
Keunggulan FTIR adalah rentang pengukuran luas, cepat, produktif, sensitif,
murah, dan mampu memberikan informasi dalam spektrum yang melimpah. Dalam
penelitian ini, FTIR dengan analisis kemometrik seperti PLS (Partial Least
Square), PCR (Principal Component Regression), dan SVR (Support Vector
Regression) dikombinasikan dengan teknik pra-pemrosesan spektrum (smoothing,
normalize, first derivative, second derivative, baseline, Standard Normal Variate,
spectroscopic, detrend, MSC, Orthogonal Signal Correction, dan deresolve).
Model dengan hasil validasi terbaik akan diterapkan pada sampel yang beredar di
pasaran.
Sampel kopi yang digunakan terdiri dari tiga set kopi arabika murni dan
kopi robusta murni. Sampel simulasi training set sebanyak 63 sampel dibuat dengan
menambahkan kopi robusta dari rentang konsentrasi 0-100% pada kopi arabika,
dimana konsentrasi 0% menunjukkan full adulterant robusta dan 100%
menunjukkan murni arabika. Sedangkan sampel test set sebanyak 21 sampel dari
konsentrasi 32-82%. Selanjutnya, sampel dianalisis menggunakan spektroskopi
FTIR untuk membangun model kalibrasi. Sebelum model multivariat dibentuk,
spektrum FTIR yang akan digunakan harus melalui tahap pra-pemrosesan
spektrum. Model PLS, PCR, dan SVMR dibangun sekaligus dengan validasi
internal LOOCV random with 20 segment. Model PLS menunjukkan performa
yang paling baik dibandingkan model PCR dan SVMR. Model PLS secara
konsisten memberikan kombinasi RMSE yang terendah serta R2 yang paling
mendekati satu dengan explained variance paling tinggi dibandingkan dua model
lainnya.
Model PLS divalidasi dengan menggunakan validasi eksternal untuk
mengetahui teknik pra-pemrosesan yang paling efektif memprediksi sampel diluar
sampel training set. Hasil validasi eksternal menunjukkan spectroscopic sebagai
model PLS dengan performa statistik tertinggi dengan nilai korelasi 0,977; R2
(pearson) 0,955; R2 0,951; RMSE 3,331; SEP 3,329; dan Bias 0,346. Namun,
model yang dapat diaplikasikan pada sampel nyata tidak terbatas pada satu model
saja. Model PLS original, smoothing dan deresolve menunjukkan kinerja yang
tidak berbeda signifikan dengan model spectroscopic. Ketiga model tersebut
memberikan nilai korelasi dan R2 (pearson) pada kisaran 0,97 dan 0,95 sama
dengan model spectroscopic diiringi dengan nilai R2, RMSEP, SEP, dan bias yang
tidak terlalu jauh dengan model spectroscopic.
Aplikasi produk adulterasi kopi arabika dengan kopi robusta di pasaran
menggunakan model terpilih menunjukkan bahwa model mampu memprediksi
kandungan arabika hampir mendekati label klaim. Namun pada sampel dengan
massa arabika yang rendah yaitu 15%, kemampuan prediksi model menurun,
Keterbatasan ini dapat disebabkan oleh Limit of Quantification. Hal tersebut
membuat hasil pengukuran menjadi tidak konsisten, dibuktikan dengan nilai RSD
sebesar 21-22%.
Description
Reupload Repositori File 09 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 9 Juni 2026_Kurnadi
