Analisis Keberhasilan Rekam Medis Elektronik dalam Mendukung Proses Klaim BPJS Kesehatan Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Menggunakan Model DeLone & McLean

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Kewajiban implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di seluruh fasilitas kesehatan Indonesia mendorong rumah sakit untuk mengintegrasikan sistem pencatatan digital ke dalam berbagai proses operasional, termasuk proses klaim BPJS Kesehatan. RSD dr. Soebandi mulai mengoperasikan RME pada Agustus 2025 dan sejak awal implementasi tersebut mencatat peningkatan klaim pending dengan pola yang fluktuatif dibandingkan sebelum RME diterapkan. Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sejauh mana kualitas informasi dokumen klaim yang dihasilkan RME berkontribusi terhadap keberhasilan proses klaim BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis keberhasilan implementasi RME dalam mendukung proses klaim BPJS Kesehatan rawat jalan di RSD dr. Soebandi menggunakan model DeLone & McLean. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik studi case-control retrospektif. Unit analisis adalah dokumen klaim BPJS Kesehatan rawat jalan output RME periode Agustus–Oktober 2025. Sampel penelitian berjumlah 104 dokumen yang terdiri dari 52 dokumen pending sebagai kelompok kasus dan 52 dokumen layak sebagai kelompok kontrol dengan perbandingan 1:1. Penilaian Information Quality dilakukan oleh lima rater dari staf IKA RSD dr. Soebandi, yaitu coder sekaligus verifikator, menggunakan lembar penilaian. Variabel Net Benefit diukur berdasarkan status kelayakan klaim hasil verifikasi BPJS Kesehatan. Analisis inferensial menggunakan Firth Logistic Regression dengan Penalized Maximum Likelihood Estimation (PMLE), karena ditemukan kondisi quasi-complete separation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,2% dokumen mencapai skor total Information Quality maksimal, dengan penilaian maksimal pada indikator accuracy, relevance, dan consistency, sedangkan indikator completeness menunjukkan variasi pada sebagian kecil dokumen akibat kendala teknis pengunduhan yang diduga disebabkan gangguan konektivitas jaringan. Capaian Net Benefit pada data populasi menunjukkan 99,7% dari 38.809 dokumen klaim dinyatakan layak oleh BPJS Kesehatan. Klaim pending yang terjadi disebabkan oleh perbedaan penilaian antara pihak rumah sakit dan verifikator BPJS Kesehatan yang membutuhkan konfirmasi dan klaim dinyatakan layak tanpa adanya revisi berkas Hasil analisis menunjukkan bahwa Information Quality berpengaruh signifikan terhadap Net Benefit (p = 0,040; OR = 1,761), yang berarti setiap peningkatan satu poin skor Information Quality meningkatkan peluang klaim dinyatakan layak sebesar 1,761 kali. Implementasi RME di RSD dr. Soebandi terbukti berhasil menghasilkan dokumen klaim dengan kualitas informasi yang memenuhi kebutuhan proses verifikasi BPJS Kesehatan, sehingga memberikan Net Benefit yang tercermin dari tingginya proporsi klaim yang dinyatakan layak. Meskipun demikian, terdapat dua hal yang perlu dioptimalkan, yaitu peningkatan kualitas infrastruktur jaringan untuk meminimalkan kegagalan pengunduhan dokumen, serta penguatan pencatatan indikasi klinis dalam sistem RME melalui penyediaan template terstruktur dan peninjauan berkala terhadap klaim yang sering dipertanyakan, agar keberhasilan implementasi RME dapat terus ditingkatkan pada periode berikutnya.

Description

FINALISASI oleh Agus 2026 Juni 08

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By