Analisis Kadar Vitamin C dan Organoleptik Puding Variasi Jambu Biji Merah (Psidium guajava Lynn) dan Pisang Ambon ( Musa paradisiaca var. sapientum) sebagai Pencegahan Anemia

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Anemia pada putri (hemoglobin <12 gr/dL) memiliki prevalensi tinggi mencapai 29,9% global, 15,5% nasional, sehingga diperlukan strategi tambahan berupa vitamin C yang meningkatkan absorpsi zat besi hingga 30%. Penelitian ini mengembangkan puding kombinasi jambu biji merah (kandungan vitamin C 87mg/100g, produksi melimpah) dan pisang ambon (tekstur lembut, produksi melimpah) dengan variasi komposisi Jambu biji merah : Pisang ambon yakni 0% : 100%, 20% : 80%, 40% : 60%, dan 60% : 40%. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kadar vitamin C, organoleptik, dan rekomendasi konsumsi puding variasi jambu biji dan pisang ambon pada proporsi X0 (0% Jambu biji merah : 100% Pisang ambon), X1 (20% Jambu biji merah : 80% Pisang ambon), X2 (40% Jambu biji merah : 60% Pisang Ambon), dan X3 (60% Jambu biji merah : 40% Pisang ambon). Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen (experiment research). Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan desain Posttest Only Control Group. Prosedur dimulai dengan pembuatan sari jambu biji merah, pure pisang ambon, dan puding variasi jambu biji merah dan pisang ambon pada proporsi X0 (0% Jambu biji merah : 100% Pisang ambon), X1 (20% Jambu biji merah : 80% Pisang ambon), X2 (40% Jambu biji merah : 60% Pisang Ambon), dan X3 (60% Jambu biji merah : 40% Pisang ambon). Uji kadar vitamin C dilakukan di Laboratorium Analisis Pangan PoliteknikNegeri Jember, sedangkan uji organoleptik di SMPN 3 Jember. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan kadar vitamin C (p=0,015) sebesar 8,13-50,3 mg/100g dan organoleptik meliputi rasa (p=0,019), warna (p-0,000), aroma (p=0,000), tekstur (p=0,001). Peningkatan proporsi jambu biji merah meningkatkan vitamin C dengan X3 tertinggi (50,3 mg/100g) dan X0 terendah (8,13 mg/100g). Formula X1 paling disukai pada parameter rasa dengan skor 3,57 (Sangat Suka) karena kandungan gula pada buah, X3 pada parameter warna dengan skor 3,50 (Sangat Suka) karena kandungan likopen, X3 pada parameter aroma 3,57 (Sangat Suka) karena senyawa volatil jambu, dan X0 pada parameter tekstur dengan skor 3,43 (Sangat Suka) karena kandungan serat lebih rendah. Berdasarkan MPE dengan bobot vitamin C (50%), rasa (15%), tekstur (15%), warna (10%), aroma (10%), formula X3 (60% jambu:40% pisang) adalah formulasi terbaik dengan skor 1,9. Produk yang direkomendasikan adalah puding X3 dengan proporsi 60% jambu biji merah : 40% pisang ambon dengan rekomendasi konsumsi ¾ cup puding/hari (memenuhi 96% kebutuhan selingan vitamin C) dengan estimasi harga satu produk sebesar Rp 1574.

Description

FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 08

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By