Pengaruh Teknik Aplikasi Trichoderma sp. Terhadap Penyakit Bercak Ungu (Alternaria porri Cifferi) pada Bawang Merah
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Dalam proses produksi bawang merah seringkali mengalami fluktuasi hasil
panen, seperti yang terjadi pada tahun 2022 hasil panen turun sebesar 1,11% (22,23
ribu ton) dibandingkan tahun 2021 sedangkan konsumsi bawang merah terus
mengalami peningkatan setiap tahunnya (Badan Pusat Statistik, 2023) Penurunan
produksi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah serangan
organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satu penyakit penting yang perlu
diwaspadai dalam budidaya bawang merah adalah penyakit bercak ungu, terutama
saat kondisi cuaca tidak menentu (Laksono et al., 2021). Hingga saat ini, upaya
pengendalian penyakit bercak ungu sebagian besar menggunakan pestisida sintetis
yang diaplikasikan secara intensif, yang berdampak negatif terhadap lingkungan
jika diaplikasikan secara terus menerus. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian
berkelanjutan, salah satunya adalah penggunaan agen hayati Trichoderma.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik aplikasi
Trichoderma sp. dalam menekan perkembangan penyakit bercak ungu pada
bawang merah serta untuk mengetahui teknik aplikasi yang paling efektif dalam
menekan perkembangan penyakit bercak ungu pada bawang merah. Penelitian ini
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: kontrol,
penyemprotan, penyiraman, dan kombinasi penyemprotan dan penyiraman, dengan
masing-masing perlakuan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi masa
inkubasi, kejadian, intensitas penyakit, AUDPC, dan efektivitas kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan berpengaruh dalam
menekan perkembangan penyakit dibandingkan kontrol. Perlakuan kombinasi
penyemprotan dan penyiraman menunjukkan hasil statistik AUDPC dan efektivitas
yang berbedanya nyata terhadap kontrol dengan nilai AUDPC terendah dan
efektivitas pengendalian tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Perlakuan kombinasi mampu menekan perkembangan penyakit hingga 38,55%
dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan hasil ini, teknik aplikasi secara
kombinasi semprot dan siram dinyatakan sebagai metode paling efektif untuk
pengendalian penyakit bercak ungu secara berkelanjutan.
Description
reupload 2026 Rudi H
:: Finalisasi Repositori File 7Juni 2026_Kurnadi
