Ketidakpatuhan Indonesia dalam Implementasi Hasil Conference of the Partries (COP) 28

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Skripsi ini menganalisis posisi Indonesia dalam merespons hasil Conference of the Parties ke-28 (COP 28), khususnya terkait upaya percepatan penghentian penggunaan bahan bakar fosil. Perubahan iklim merupakan isu global yang berdampak luas terhadap berbagai sektor, sehingga mendorong negara-negara untuk berkomitmen dalam upaya mitigasi. Dalam konteks ini, Indonesia tidak secara resmi menolak hasil COP 28, melainkan berada dalam posisi ketidakpatuhan parsial, di mana negara tetap berpartisipasi dalam kesepakatan internasional, namun tidak sepenuhnya melaksanakan beberapa poin yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori kepatuhan (compliance theory), khususnya pendekatan Stanley Milgram yang menekankan bahwa kepatuhan tidak selalu didasarkan pada paksaan, melainkan pada persepsi terhadap otoritas dan tekanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap Indonesia dipengaruhi oleh pertimbangan kepentingan nasional, terutama terkait stabilitas ekonomi dan ketahanan energi yang masih bergantung pada bahan bakar fosil. Dengan demikian, ketidakpatuhan Indonesia dalam COP 28 merupakan bentuk strategi adaptif yang rasional dalam sistem self-committed, di mana negara memiliki fleksibilitas dalam mengimplementasikan komitmen sesuai dengan kapasitas domestiknya.

Description

FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 05

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By