Gambaran Pelaksanaan Supervisi Infection Prevention Control Nurse (IPCN) Oleh Perawat di RSUD Bangil Pasuruan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Supervisi oleh Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan program Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi (PPI) di rumah sakit. Supervisi berfungsi sebagai upaya
pembinaan, pemantauan, dan evaluasi terhadap kepatuhan tenaga kesehatan dalam
menerapkan standar PPI. Pelaksanaan supervisi yang efektif sangat penting karena
dapat meningkatkan disiplin tenaga kesehatan, mutu pelayanan, serta keselamatan
pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian ini
dilakukan untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan supervisi oleh IPCN di
RSUD Bangil Pasuruan.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif
untuk memperoleh gambaran objektif mengenai pelaksanaan supervisi IPCN.
Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di RSUD Bangil Pasuruan,
dengan jumlah sampel sebanyak 215 perawat yang dipilih menggunakan teknik
random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang
disusun berdasarkan beberapa indikator pelaksanaan supervisi IPCN, sehingga
dapat menggambarkan kondisi supervisi secara menyeluruh. Data yang diperoleh
selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi
frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi oleh IPCN di
RSUD Bangil Pasuruan sebagian besar berada pada kategori sedang dengan
presentase 64,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa supervisi IPCN telah
dilaksanakan sesuai dengan perannya, namun pelaksanaannya belum optimal.
Kondisi tersebut mengindikasikan masih adanya kendala dalam pelaksanaan
supervisi, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sistem pendukung. Beberapa
faktor yang memengaruhi kondisi ini antara lain keterbatasan jumlah IPCN
dibandingkan dengan beban pelayanan rumah sakit, tingginya beban kerja yang
harus ditanggung IPCN, serta keterbatasan waktu yang tersedia untuk melakukan
supervisi secara rutin dan menyeluruh. Selain itu, dukungan manajemen rumah
sakit yang belum maksimal turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan supervisi
IPCN.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa
pelaksanaan supervisi IPCN di RSUD Bangil Pasuruan masih perlu ditingkatkan
agar dapat mendukung pelaksanaan program PPI secara lebih efektif. Upaya yang
dapat dilakukan antara lain penguatan peran IPCN melalui dukungan manajemen
rumah sakit, penyusunan jadwal supervisi yang lebih terstruktur dan
berkesinambungan, serta peningkatan sumber daya yang memadai. Dengan adanya
perbaikan tersebut, diharapkan pelaksanaan supervisi IPCN dapat berjalan lebih
optimal dan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pelayanan serta keselamatan
pasien di rumah sakit.
Description
Reupload Repositori File 04 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 5 Juni 2026_Kurnadi
